Selasa, 21 Agustus 2018

Vonny Si Gadis Abg Yang Diperkosa 12 Laki-Laki Malah Kenikmatan

Tags

Gadis Abg Yang Diperkosa 12 Laki-Laki Malah Kenikmatan
Seorang gadis abg diperkosa dengan harus melayani sex gangbang 12 orang sekaligus. Jika tidak mau melayani nafsu sex, gadis tersebut diancam akan dibunuh. Dengan terpaksa dan penuh ketakutan, gadis tersebut akhirnya melayani keduabelas pemerkosa itu secara bergantian. Berikut ceritanya…

Vonny mengerang sadarkan diri. Kepalanya seakan-akan ingin pecah. Ia berusaha mengingat apa yang telah terjadi tapi tidak berhasil. Ia ingat pergi ke sebuah pesta dan bertemu dengan laki-laki kurus dan berusaha mendekatinya.

Akhirnya ketika Vonny bosan ia pergi meninggalkan pesta tadi.

Ia sedang berjalan menuju mobilnya ketika segalam tiba-tiba menjadi gelap. Vonny bangun dan duduk, sadar dirinya ada di sebuah bale-bale di sebuah rumah sederhana. Tidak ada lampu satupun tapi ia bisa melihat cahaya datang dari ruangan sebelah dan mendengar suara-suara. Seseorang masuk ke dalam ruangan itu dan berkata, “Sudah waktunya lo bangun cewek manis! Kita udah lama nunggu nggak sabar bersenang-senang sama lo!” Kemudian laki-laki itu berkata bahwa Vonny telah disergap dari belakang dan kepalanya dipukul hingga pingsan dan dibawa ke sebuah rumah kecil di dekat Pelabuhan Ratu, di sebuah desa kecil jauh dari manapun.

Laki-laki itu mendekati Vonny dan berkata bahwa ia dan teman-temannya tidak segan-segan membunuhnya jika ia tidak menuruti semua perintah mereka. Mereka akan menyiksa Vonny dulu dan akan butuh waktu lama dan menyakitkan sebelum ia bisa mati. Ketakutan, Vonny berkata ia akan menuruti semua perintah mereka, dan laki-laki itu tersenyum.
“Oke, masuk ke ruangan itu dan buka pakaian lo, semuanya!”

Vonny berjalan perlahan masuk ke ruangan sebelah, masih pusing akibat pukulan di kepalanya. Nafas Vonny tersentak ke ia masuk ke ruangan itu. Ada 12 laki-laki di dalam ruangan itu. Semuanya berbadan besar dan kekar, melihat penampilannya mereka adalah buruh pelabuhan atau pabrik yang kasar. Mereka semuanya adalah laki-laki paling besar yang pernah dilihat oleh Vonny! Mereka mulai bersiul dan berkomentar sambil berseru kagum dan memanggil Vonny dengan julukan jorok ketika Vonny mulai melepaskan pakaiannya. Ketika buah dada Vonny yang kecil tapi padat dan bulat terlihat, ia bisa melihat seluruh penis laki-laki itu langsung menegang. Dan ketika vagina Vonny terlihat jelas, Vonny merasa dirinya akan mati ketakutan ketika melihat tatapan penuh nafsu dari wajah-wajah beringas di hadapannya. Ia sangat ketakutan membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya.

Laki-laki pertama maju mendekatinya.

Ia bertubuh hitam. Ia meremas buah dada Vonny dan menyuruhnya untuk berkeliling dan mengulum penis setiap orang di ruangan itu. Wajah Vonny memerah ketika ia mendekati laki-laki yang pertama. Laki-laki itu langsung memasukan penisnya ke dalam mulut Vonny dan langsung memompa keluar masuk di mulut Vonny. Vonny sendiri mulai tersedak dan batuk, tapi laki-laki itu tanpa peduli mendorong penisnya masuk hingga tenggorokan. Ia mengerang dan berejakulasi. Vonny merasakan mulutnya terisi oleh semburan sperma yang hangat dan lengket, dan ia berusaha untuk menelan semuanya, tapi sperma itu tetap mengalir keluar dari sudut mulutnya, mengalir ke dagunya.

Semua laki-laki itu tertawa ketika Vonny merangkak mendekati laki-laki berikutnya.
Semua sudah begitu terangsang membayangkan mulut Vonny di penis mereka, sehingga tidak ada yang bisa bertahan lama. Satu persatu dari mereka bergantian mengusapkan penis mereka pada wajah, hidung serta bibir Vonny. Mereka bergantian memaksa Vonny mengulum dan menjilati penis mereka.

Sekitar 40 menit kemudian, Vonny telah menelan 12 semburan sperma dan di wajahnya menempel sisa-sisa sperma yang tidak berhasil ia telan. Lalu seorang dari mereka mendekat dan menyuruhnya bertumpu pada lutut dan tangannya. Vonny berpikir dengan posisi merangkak seperti itulah dirinya akan mulai diperkosa dari belakang, tapi jantungnya seperti berhenti berdenyut ketika mendengar laki-laki itu berkata, “Siapa yang mau pertama kali ngerasain pantat bintang film kita ini?”. Sebelum Vonny sadar apa yang akan terjadi, Vonny merasakan sebuah kepala penis besar menempel di liang anusnya yang sempit dan kecil. Laki-laki dibelakangnya mendorong keras dan Vonny langsung menjerit kesakitan. Laki-laki yang lain tertawa senang melihat liang anus Vonny membuka dipaksa dimasuki oleh penis yang besar itu. Laki-laki itu bergerak cepat dan brutal, ber-ejakulasi di dalam anus Vonny memberika pelumas untuk laki-laki selanjutnya.

Ketika laki-laki selanjutnya sedang memperkosa anus Vonny, laki-laki yang lain memegang salah satu dari kaki Vonny dan menariknya. Kemudian ia menggosokan penisnya ke telapak kaki Vonny yang berkerut dan mengejang menahan sakit. Laki-laki itu terus menggosokan penisnya ke telapak kaki hingga jari-jari kaki Vonny yang kukunya dicat merah menyala, sementara semua laki-laki di ruangan itu bergantian mencoba anusnya. Beberapa laki-laki yang lain berlutut di depan Vonny dan mengocok senjata mereka di muka Vonny. Dan ketika laki-laki di hadapannya mulai menyemburkan sperma mereka ke wajah Vonny, laki-laki yang ada di pantatnya menarik penisnya dan sedetik sebelum ia ejakulasi, ia mendorong penisnya masuk ke dalam vagina Vonny yang perawan. Semburan demi semburan mengisi lubang kewanitaan Vonny dengan sperma. Vonny mulai menangis menyadari dirinya bisa hamil oleh mereka.

Sementara itu laki-laki yang menggunakan kakinya menggosok-gosok makin cepat dan keras.
Ia berteriak, “Aahh.., gue kelluarr.., gue kkeluaar..!” Air mani langsung tersembur ke telapak kaki Vonny dan mengalir membasahi jari-jari kakinya. Selanjutnya semua 12 orang itu mendapat giliran menggunakan anus Vonny untuk memuaskan nafsu mereka, bergantian mereka menampar dan memukul pantat Vonny sambil tertawa senang melihat lubang anus Vonny membesar. Mereka menjulukinya Vonny Si Lubang Besar. Laki-laki yang terakhir juga memasukan tangannya hingga pergelangan ke dalam anus Vonny. Vonny menjerit dan menjerit ketika tangan laki-laki itu masuk ke dalam anusnya. Kemudian mereka semua memerintahkan agar Vonny menjilati penis mereka hingga bersih. Perut Vonny terasa mual tapi ia tetap menurut perintah mereka dengan harapan mereka akan puas dan meninggalkan dirinya.

Yang selanjutnya terjadi adalah, mereka menarik tubuh Vonny dan diseret keluar, untuk pertama kalinya Vonny sadar dirinya berada di tempat terpencil dari keramaian. Laki-laki itu mendorong tubuhnya menuju ke sebuah kandang. Vonny jatuh tersungkur kelelahan dan kesakitan. Tubuhnya gemetar ketika ia mendengar ringkikan kuda di dalam kandang itu. Vonny mulai menangis dan meronta-ronta ketika dirinya diseret mendekati kuda yang ada di dalam kandang. Seseorang berkata, “Lo bakalan ngerasain bagaimana rasanya kuda sayang!” Perlahan tangan Vonny meraih penis kuda tersebut dan mulai menggosoknya, dan tersentak melihat ukuran penisnya. Panjangnya dua kali dari panjang penis laki-laki yang pernah dilihatnya, dan tangannya sama sekali tidak bisa menggenggam diameter penis kuda itu. Vonny berharap ia hanya disuruh mengocok penis tersebut, tapi laki-laki itu berkata agar Vonny mengulum penis itu dengan mulutnya. Dengan air mata mengalir di pipinya, Vonny mulai menjilati penis kuda tersebut, hampir saja ia muntah karena bau yang tercium olehnya. Vonny hanya mampu memasukan kepala penis kedua itu saja ke dalam mulutnya, sedangkan tangannya digunakan untuk mengocok batang penis kuda itu.

Semburan sperma yang pertama membuat kepala Vonny terdorong menjauh dari penis itu. Semburan yang kedua menyembur ke wajah dan buah dadanya. Ia membuka mulutnya dan berusaha menelah sperma yang disemprotkan oleh kuda itu. Wajah Vonny tertutup seluruhnya oleh sperma kuda dan rambutnya lengket karena sperma tersebut. Sebagian besar sperma itu mengalir turun dan menetes ke budah dada Vonny.

Vonny langsung jatuh tersungkur lemas berpikir semua itu telah selesai. Satu dari laki-laki itu berlutut di depan wajahnya dan menyeringai ketika berkata ini adalah permulaan bagi diri Vonny. Ia berkata agar Vonny bersiap-siap menunggu sampai sisa kelompok mereka sampai ke pondok tersebut.

Artikel Terkait