Jumat, 14 April 2017

Tak Kuasa Menolak Godaan Pegawai Bank

Tags


Cerita Dewasa 18 + - Ada satu hal yang memangku suka dan rajin sekali untuk berkunjung ke Bank langganan ku, salah satunya adalah para petugasnya yang cantik2 dan pilihan. Banyak pegawai yang bertubuh indah, kulit bersih putih dan sering kali aku memperhatikan para pegawainya. Dan yang sering aku perhatikan dan aku incar yaitu pegawai yang bernama Hanim. 

Dia merupakan wanita idamanku yang aku dambakan. Nah, si Hanim ini yang akan aku ceritakan. Untuk letak bank yang kumaksud yaitu berada di wilayah Salatiga. Dan waktu itu, ketika aku sedang deposit uang tunai, pada siang itu pegawai yang aku maksud juga memandangiku dan saling pandang. 

Si Hanim juga tersenyum simpul ke arahku sambil mengigit kecil bibirnya, ntah pertanda apa buatku saat itu. 

Terus saja pegawai itu memandangiku dan tersenyum. Dengan bibir meronanya, aku langsung peka dan mengajaknya untuk bicara dan ngobrol2 kecil. 

Dan wanita itu, sambil melakukan pekerjaannya. Kemudian aku basa-basi sedikt kepadanya, 

Aku : maaf Mbak, boleh tanya ?? 

Hanim :Iya Mas ? ada apa ya? mau tanya apa ya mas ?

Aku : Mbak Hanim kok senyum terus ke arahku , kenapa sih mbak? Lagi seneng ya hari ini Mbak ? 

Aku : Sekalian aku di ajak dong kesenangannya. Sambil genit sedikit ke arahnya. 

Hanim : duuh, mas nya bisa aja ? Gak ada apa2 kok Mas ?

Hanim : Kan memang seharusnya, pegawai harus ramah dan senyum kepada customer Mas ? 

Aku : Ouhh, gitu ya mbak Hanim .oke deh.. 

Aku : Btw, Mbak Hanim sudah berkeluarga..?? 

Aku mencoba untuk mengorek-ngorek informasi tentang statusnya. Mbak Hanim merupakan pegawai yang sedikit menonjol di bagian dadanya, dengan tinggi badan yang mirip model dan ideal serta kulit yang bersih sudah aku jelaskan.

Kaki nya yang menunjang dengan memakai seragam blazer dan rok pendek nya yang begitu minim dan seksi, sehingga terlihat jelas pahanya yang mulus itu dan terlihat garis2 ototnya di bagian kakinya yang putih bening itu. Cerita Dewasa 18 +

Teteknya yang bulat memadat itu, terasa sempit kemeja blazernya yang di kenakannya. Senyumanan nya makin genit aja, dan saat aku melihatnya jadi geleng2 kepala aja... 

Woooow..waduh...waduuhhh....makin “Geer” aja diriku ini. 

Atau baragkali mungkin, si Hanim selalu tersenyum pada para nasabahnya. ahhh,,,abaikan aja. 

Namun ketika transaksi sudah mau selesai waktu aku di hadapan Hanim, dia menyelipkan sebuah kertas kecil di buku tabungan ku yaitu nomor teleponnya, ntah nomornya siapa pikirku. 

Dan setibanya transaksi udah keluar, aku langsung aja keluar dan untuk mencobanya menelpon kalau udah di rumah aja. Langsung aku pergi dari Bank tersebut dan cabut aja dengan membawa senyumannya di pikiranku. 

Selang beberapa jam kemudian aku mencobanya untuk menelponnya, kira2 udah pukul 5 sore. Dan saat aku mencoba menelponnya, di angkat nya telepon dariku . 

Wauuuw... tak di sangka yang aku telpon adalah nomornya si kasir itu, yaitu Si Hanim karyawan Bank langgananku. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Ntah mimpi apa aku semalam, serasa hatiku sangat senang sekali mendapat jawaban dari Hanim karyawan bank itu. 

Cukup lama aku mengobrol lewat telpon dengannya, ya berbicara yang bisa di bahas aja dulu deh, sekena ku aja dan kebetulan si Hanim merespon ku dengan baik dan kayaknya sedikit mesra sekali. 

Duuuh,,, pikirku jadi pingin ketemu lagi untuk berkencan dengannya. Dan kami pun saling akrab lewat telpon dan kami juga janjian untuk bertemu lagi namun tidak di bank saat transaksi, melainkan janjian di luar. 

Setelahnya aku udah cukup bercakap dengannya lewat telepon, kemudian aku memikirkan tempat untuk berkencan. Setelah aku udah memastikan tempat yang romantis untuk mengajak kencan. Selang beberapa hari aku mencoba menelpon nya selepas jam kerjanya, kira2 jam 6 sore. 

Nah setelah itu, saat aku menelponnya si hanim bersedia untuk aku ajak berkencan di tempat yang aku rencanakan dengan suasana yang syahdu. 

Si Hanim dengan permintaannya untuk di jemput setelah jam kerja, dan aku bersedia untuk menjemputnya tanpa pikir panjang. 

Jam yang aku tunggu akhirnya udah tiba, aku menyiapkan diri dan rencanaku yang aku susun lalu aku menyiapkan mobil andalanku yang sudah aku poles bersih dengan mobil BMW ku yang selalu jadi andalan ku untuk pergi kemana aja. 

Dan breeeeeem..bremmm... aku meluncur ke tempat kerjanya, dan tak lupa aku menyemprotkan wewangian di mobil dan aku menyemprotkan parfum supaya dia terpesona dengan gaya jemputanku kepadanya. 

Dan ciiiittt...ciiittt..... udah sampai aku di tempat kerjanya dan aku udah melihat Hanim berdiri Di depan pintu gerbang Banknya. Segera aku membukakan pintu mobilku supaya untuk segera masuk kedalam Mobil. 

Selama di dalam mobil dan selama perjalanan kami hanya diam untuk sesaat. Dan aku malah sedikit grogi juga malah berhadapan dengannya. Karena pikiranku tiba2 ngeblank aja ntah kemana, Ahhh...tapi biarlah ,,,yang penting sampai tujuan dulu lah...pikirku. 

Dan tibalah pada tempat yang aku rencanakan, aku masukkan dulu ke dalam hotel dan cek in. Kemudian aku masuk aja bersama si Hanim ke kamar no. tujuan yang udah aku pesen dari kemarin. 

Si Hanim pun tak berontak dan bertanya-tanya kepadaku untuk apa masuk ke dalam hotel, yang jelas si hanim udah peka dengan ajakan. 

Dan Ceklik , pintu kamar udah terbuka kemudian kami masuk bersama dan aku segera mengunci pintu kamar hotel. Hanim pun langsung menuju ke arah ranjang dan aku segera menyusulnya, lalu saat aku udah mendekatinya tanpa basa-basi si Hanim memegang kontolku dengan keras. 

Mungkin apa karena udah di tahannya saat aku menjemput dan gak ngobrol sepanjang perjalanan. Dan saat di pergang kontolku dengan genggamannya yang lumayan keras, namun kontolku blom bereaksi dan masih lemes. Cerita Dewasa 18 +

Kemudian kontolku segera di kocok2nya dengan rangsangan, kisaran udah berjalan beberapa menit, hanim berlutut di hadapanku. 

Lalu di rogohnya kontolku dan di pegang dengan lihai batang kontolku dan segera mengemutnya kontolku di dalam mulut nya. 

Di permainankanlah kontolku dengan binal dan lihai, setelahnya sambil di jilati terus menerus dan di sedot2 kontolku sambil memainkan kepala kontolku dengan cara ujung lidahnya di masuk2 kan ke dalam lubang rudalku. 

Sangat bernafsu sekali pegawai Bank yang bernama Hanim ini. Rasanya sungguh nikmat sekali 

“AHH.....Uhhhh......Aahhhhh.....” 

Desahan terus menerus yang keluar dari mulutku saat aku di permainkannya, mataku sedikit kedut2 karenanya akibat kenikmatan yang aku alami, layaknya terbang di awan. 

Aku juga membuat rangsangan kepadanya dengan cara meraba-raba teteknya dan meremasnya juga, serta memainkan puting yang kenyal itu. Sangat menggairahkan sekali, putingnya yang menawan itu, terlihat sangat bersih dan terawat . 

Agaknya saat aku memainkan putingnya, terasa mengeras sedikit di bagian pentilnya. Lalu dengan sigap aku lanjut untuk membuat dia terangsang, ku coba untuk merangsang lebih lanjut. 

Setelahnya aku coba untuk bermain di bagian vagiannya yang sudah agak membecek itu ,dan jari2 ku bermain terus di sela2 himpitan daging yang sudah lembek. 

Saat aku lihat, dia sedikit mengelinjang dan ngolet kesana kemari tak tahan dengan rasa geli yang aku perbuat. 

Bokongnya yang semok itu, menatap di depan wajahku dan bibirnya terus menyedot kontolku yang sudah agak membesar dan kuat. Dan lama kelamaan kontolku seperti nya mirip tongkat songgokong yang memanjang terus. 

Rudal sudah makin siap dan kuat, sepertinya mau di luncurkan aja ke target operasi. 
Disamping itu, aku juga jilati itilnya sambil jari2ku masih ku masukkan ke dalam liang mekinya yang aroma nya sedikit anyir sekali namun membuat ketagihan sekali.

Kemudian si Hanim berubah posisi dengan menghadap di atas tubuhku, dengan nafsu birahi dia segera duduk di atas perutku dan menancapkan kontolku ke dalam lubang mekinya Hanim. Dan akhirnya .... 

“ Jleeebb....Bleeess....Bleeessss....Cleeeesss.....” 

Dan batang kontolku akhirnya masuk namun tak sepenuhnya ke celup di dalam mekinya. Si hanim pun makin beringasan dengan menggerakan tubuhnya naik turun dalam keadaan kontolku tertanam di lubang mekinya. 

Hanim terlihat seperti bermain ayunan aja menurutku dengan payudara yang meronta-ronta dan terombang ambing kesana kemari. Dan dia sedikit meringis dengan goyangannya yang bikin geli sambil memegang tetek nya juga. 

Dan mendesah berulang kali 

“ AHH,,,,Uuhhh....Ahhh.....Ohhhhh......” 

Aku yang mendengar desahannya, makin buat aku terangsang aja dan sekarang Show time..tiba giliranku untuk mengambil kemudi birahi. 

Aku bangun dan aku gendong dalam keadaaan kontol yang masih tertancap di dalam, kemudian aku membalikkan tubuhnya untuk nungging dan langsung aku hajar kembali mekinya tanpa ampun dan .. 

“ Cceprrrooooott....Ceprrroottt.....Proooooooot......Pruuuuttt...” 

Berkali-kali aku hajar sampai dia agak lemas, terus aku serang maju mundur pinggangku dan si Hanim juga mau mengimbangi perananku di atas ranjang. 

Saat aku terus menghantamnya dia seperti gak tahan sekali dengan gencatanku, dengan posisi yang masih menungging tangannya sepertinya menggenggam sprei dengan erat, sampai kusut sekali sprei yang dia genggam. Cerita Dewasa 18 +

Di samping itu , tanganku juga gak tinggal diam, ku remas-remas lagi ke dua teteknya yang menggantung kesana kemari dengan guncangan yang aku ciptakan. 

Tak luput juga aku menyosor juga bokongnya yang kenyal itu, dan terasa aroma minyak wangi yang di semprotkannya. 

Keringat yang bercucuran tak terbendung, dan aromanya semakin merebak di ruangan kamar hotel. 

Semakin bergairah saja hubungan ini. Ketika aku menghajar mekinya terus menerus dengan rudalku, aku membalikkan tubuhnya kembali dan aku bopong dengan posisi berpelukan dan kontol yang masih menancap ketika aku mengangkatnya. 

Kontolku yang udah kuat dan perkasa, ku mainkan kembali dengan posisi menggendong dan berpelukan. 

“Clluuusss...Cluuubbb....Jluuubbbb........Ceprottt..” 

“ OOOhhhh..........Ahhhhhhhhhh......uuuuuuhhhhhhhh............” 

Hanim : Mas , aku sangat puas sekali dengan pelayanan mu Mas... 

Hanim : tak ku duga, Mas ternyata sangat perkasa sekali !!! 

Aku : iya Hanim...Muaaaaaach.. 

Saat aku menggenjotnya, serasa ada ledakan yang mau timbul di dalam kontolku dan mekinya. 
Kemudian Si hanim aku baringkan kembali ke arah ranjang karena ada dorongan yang mau hendak muncrat. Namun sebelumnya ak bilang ke Hanim ,kalo aku mau keluar. 

Hanim : Mas semprotin ke muka Hanim aja ya Mas, biar tambah mulus muka ku dan kenceng Mas. 

Aku : Baiklah sayangku ... Sampai pada akhirnya, 

“Jruuuuooot.....Cruuuoooooooooottttttt......cccccrrrrrrroooooott...croottt..”

Serasa pejuhku muncrat begitu banyak sekali ke arah mukanya Hanim, dan sebagian juga mengarah ke mulutnya sambil dia jilati pejuhku yang kental putih itu. 

Mulutnya yang sebelumnya aku semprotkan dia bersiap untuk menganga untuk menelan semua pejuhku , namun sebagian terciprat ke muka nya. Pejuh yang muncrat di sekitaran mulutnya kemudian dia jilatin dan di telannya. 

Dan kemudian setelah aku menyemprotkan pejuhku abis2 ,lalu si Hanim beraksi kembali dengan mengemut kembali kontolku untuk membersihkan sebagian pejuh yang tersisa di lubang kontolku dan di sedot2 nya kembali. Aku begitu puas. 

Nahh guys itu lah Cerita Dewasa 18+ tentang Tak Kuasa Menolak Godaan Pegawai Bank. Ikuti terus postingan cerita dewasa kami yang selanjutnya ya guys.. Salam Crott Crott..

Artikel Terkait