Selasa, 21 Agustus 2018

Mertua Dan Menantu Berhubungan Seks

Mertua Dan Menantu Berhubungan Seks
Skandal sex antara menantu dengan mertuanya sendiri. Ketika suami tidak ada dirumah, pemenuhan kebutuhan seksnya digantikan oleh mertua. Ada-ada saja warna warni kehidupan didunia ini. Nafsu seks, orang sering menyebutnya juga nafsu hewani, memang sering membutakan logika manusia. Sudah banyak terjadi kisah-kisah seks semacam ini, tabu dimasyarakat makin hari makin terkikis seiring dengan perkembangan jaman. Simak cerita seks berikut ini…

Benny, 56 tahun, dengan perutnya gendut yang kebanyakan minum bir, kepalanya mulai botak dan sudah menduda selama 10 tahun. Setelah rumahnya dijual untuk membayar hutang judinya, dia terpaksa datang dan menginap di rumah putranya yang berumur 28 beserta menantu perempuannya. Sekarang dia harus menghabiskan waktunya dengan pasangan muda tersebut sampai dia dapat menemukan sebuah rumah kontrakan untuknya.

Diketuknya pintu depan dan Nisa, menantu perempuannya yang berumur 24 tahun, muncul memakai celana pendek putih dan kemeja biru dengan hanya tiga kancing atasnya yang terpasang, memperlihatkan perutnya yang rata. Rambutnya yang berombak tergerai sampai bahunya dan mata indahnya terbelalak menatapnya.

“Papi, aku pikir papi baru datang besok, mari masuk”, katanya sambil berbalik memberi Benny sebuah pemandangan yang indah dari pantatnya.

Dengan tingginya yang 175 itu, dia terlihat sangat cantik. Dia mempunyai figur yang sempurna yang membuat lelaki manapun akan bersedia mati untuk dapat bercinta dengannya.

“Dika masih di kantor, sebentar lagi pasti pulang.”
“Kupikir aku hanya nggak mau ketinggalan bus”, kata Benny sambil duduk.
“Nggak apa-apa”, jawab Nisa, membungkuk ke depan untuk mengambil sebuah mug di atas meja kopi.

Dengan hanya tiga kancing yang terpasang, itu memberi Benny sebuah pemandangan yang bagus akan payudaranya, kelihatan sempurna. Memperhatikan hal tersebut menjadikan Benny ereksi dengan cepat, dan dia harus lebih berhati-hati untuk menyembunyikan reaksi tubuhnnya. Nisa duduk di sofa di depan Benny dan menyilangkan kakinya, memperlihatkan pahanya yang indah. Posisi duduknya yang demikian membuat pusarnya terlihat jelas ketika dia mulai bertanya pada Benny tentang perjalanannya dan bagaimana keadaannya.

“Perjalanan yang melelahkan”, Benny menjawab sambil matanya menjelajahi dari kepala hingga kaki pada keindahan yang sedang duduk di depannya.


Sudah lebih dari 5 tahun sejak Benny berhubungan seks untuk terakhir kalinya. Setelah isterinya meninggal, Benny sering mencari wanita panggilan. Tetapi hal itu semakin membuat hutangnya menumpuk, dan dia tidak mampu lagi untuk membayarnya. Nisa menyadari kalau kemejanya memperlihatkan beberapa bagian tubuhnya pada mertuanya, maka dia dengan cepat segera membetulkan kancing kemejanya.

“Aku harus ke atas, mandi dan segera menyiapkan makan malam. Anggap saja rumah sendiri”, katanya sambil berjalan naik ke tangga.

Mata Benny mengikuti pantat kencangnya yang bergoyang saat berjalan di atas tangga dan dia tahu bahwa dia memerlukan beberapa ‘format pelepasan’ dengan segera. Kemudian telepon berbunyi. Benny mengangkatnya.

“Halo”
“Hallo, ini papi ya?”, itu Dika.
“Ya Dik”, jawab Benny.
“Pi, aku khawatir harus meninggalkan papi untuk urusan bisnis dan mungkin nggak akan kembali sampai Senin. Ada keadaan darurat. Maafkan aku soal, ini tapi papi bisa kan bilang ini ke Nisa, aku harus mengejar pesawat sekarang. Maafkan aku tapi aku akan telepon lagi nanti”. Mereka mengucapkan selamat jalan lalu menutup teleponnya.

Benny memutuskan untuk menaruh koper-kopernya. Dia berjalan ke atas, melewati kamar tidur utama, terdengar suara orang yang sedang mandi. Benny menaruh koper-kopernya dan pelan-pelan membuka pintu kamar tidur itu lalu menyelinap masuk. Ada sepasang celana jeans berwarna biru di atas tempat tidur, dan sebuah atasan katun berwarna putih. Benny mengambil atasan itu dan menemukan sebuah pakaian dalam wanita dibawahnya. Ini sudah cukup. Diambilnya celana dalam itu, membuka resliting celananya, dan mulai menggosok kemaluannya dengan itu. Jantungnya berdebar mengetahui menantu perempuannya sedang berada di kamar mandi di sebelahnya selagi dia sedang memakai celana dalamnya untuk ‘format pelepasan’ dirinya. Dipercepatnya gerakannya sambil mencoba membayangkan seperti apa Nisa saat di atas tempat tidur, dan bagaimana rasanya mendapatkan Nisa bergerak naik turun pada penisnya.

Benny hampir dekat dengan klimaksnya ketika dia mendengar suara dari kamar mandi berhenti. Dengan cepat Benny menaruh pakaian itu ke tempatnya semula dan keluar dari kamar itu. Dia menutup pintunya, tapi masih membiarkannya sedikit terbuka. Baru saja dia keluar, Nisa muncul dari kamar mandi dengan sebuah handuk yang membungkus tubuhnya. Benny bisa langsung orgasme hanya dengan melihatnya dalam balutan handuk itu, lalu dia tahu dia akan mendapatkan yang lebih baik lagi.

Nisa melepas handuknya, membiarkannya jatuh ke lantai, tidak mengetahui kalau mertuanya yang terangsang sedang mengintip tiap geraknya. Dia mendekat ke pintu, saat dia pertama kali melihatnya Benny memperoleh sebuah pemandangan yang sempurna dari pantat yang sangat indah itu. Kemudian Nisa memutar tubuhnya yang semakin mempertunjukkan keindahannya. Vaginanya terlihat cantik sekali dihiasi sedikit rambut dan payudaranya kencang dan sempurna, seperti yang dibayangkan Benny. Dia mulai mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk, membuat payudaranya sedikit tergoncang dari sisi ke sisi. Benny menurunkan salah satu kopernya dan menggunakan tangannya untuk mulai mengocok penisnya lagi. Nisa yang selesai mengeringkan rambutnya, mengambil celana dalamnya dan membungkuk ke depan untuk memakainya.

Saat melakukannya, Benny mendapatkan sebuah pemandangan yang jauh lebih baik dari pantatnya, dan dia tidak lagi mampu mengendalikan dirinya, dia bisa langsung masuk ke dalam sana dan menyetubuhinya dari belakang. Lubang anusnya yang berwarna merah muda terlihat sangat mengundang ketika pikiran Benny membayangkan apa Nisa mengijinkan putranya memasukkan penisnya ke dalam lubang itu. Ketika dia membungkuk untuk memakai jeansnya, gravitasi mulai berpengaruh pada payudaranya. Penglihatan ini mengirim Benny ke garis akhir, saat dia menembakkan spermanya ke seluruh celana dalamnya. Pelan-pelan Benny mengemasi baarang-barangnya dan dengan cepat memasuki kamarnya sendiri untuk berganti pakaian.

Sesudah makan malam, mereka berdua pergi ke ruang keluarga untuk bersantai.

“Kenapa tidak kita buka sebotol wine. Aku menyimpannya untuk malam ini buat Dika tapi karena sekarang dia tidak pulang sampai hari Senin, kita bisa membukanya”, kata Nisa sambil berjalan ke lemari es.

“Ide yang bagus”, jawab Benny memperhatikan Nisa membungkuk ke depan untuk mengambil botol wine. Ketika Nisa mengambil gelas di atas rak, atasan putihnya tersingkap ke atas, memberi sebuah pandangan yang bagus dari tubuhnya. Atasannya menjadikan payudaranya terlihat lebih besar dan jeansnya menjadi sangat ketat, memperlihatkan lekukan tubuhnya. Benny tidak bisa menahannya lagi. Dia harus bisa mendapatkannya. Sebuah rencana mulai tersusun dalam otak mesumnya.

Dua jam berbicara dan mulai mabuk saat alkohol mulai menunjukkan efeknya pada Nisa. Dengan cepat topik pembicaraan mengarah pada pekerjaan dan bagaimana Nisa sedang mengalami stress belakangan ini.

“Kenapa kamu tidak mendekat kemari dan aku akan memijatmu”, tawar Benny. Nisa dengan malas berkata ya dan pelan-pelan mendekat pada Benny dan berbalik pada punggungnya lalu tangan Benny mulai bekerja pada bahunya.

“Oohh, ini sudah terasa agak baikan”, dia merintih.

Benny tetap memijat bahunya ketika perasaan mendapatkan Nisa mulai mengaliri tubuhnya, membuat penisnya mengeras. Mata Nisa kini terpejam saat dia benar-benar mulai menikmati apa yang sedang dilakukan Benny pada bahunya. Pantatnya kini berada di atas penis Benny, membuat Benny ereksi penuh.

“Oohh, aku tidak bisa percaya bagaimana leganya perasaan ini, papi sungguh baik”.
“Ini keahlianku”, jawab Benny saat dia pelan-pelan mulai menggosokkan penisnya ke pantat Nisa.

Nisa menyadari apa yang sedang terjadi. Dia tidak menghiraukan apa yang Benny lakukan dengan pijatannya yang mulai ‘salah’ itu. Dia sangat mencintai suaminya dan tidak pernah akan mengkhianati dia. Dan bayangan tidur dengan mertuanya sangat menjijikkannya. Dia meletakkan kedua tangannya pada kaki Benny saat mencoba untuk melepaskan dirinya dari penis Benny. Tapi dengan gerakan malasnya, hanya menyebabkannya menggerakkan pantatnya naik turun selagi dia menggunakan tangannya untuk menggosok paha Benny. Tahu-tahu dia merasa sangat bergairah, dan dia ingin Dika ada di sini agar dia bisa segera bercinta dengannya. Benny tahu dia telah mendapatkannya.

“Ini mulai terasa nggak nyaman untuk aku, kenapa kita tidak pergi saja ke atas”, ajak Benny .
“Baiklah, aku belum merasa lega benar, tapi sebentar saja ya, sebab aku nggak mau membuat papi lelah”.

Ketika mereka memasuki kamar tidur, Benny menyuruhnya untuk membuka atasannya agar dia bisa menggosokkan lotion ke punggungnya. Dia setuju melepasnya dan dia memperlihatkan bra putihnya yang menahan payudaranya yang sekal. Gairahnya terlihat dengan puting susunya yang mengeras yang dengan jelas terlihat dari bahan bra itu. Apa yang Nisa kenakan sekarang hanya bra dan jeans ketatnya, yang hampir tidak muat di pinggangnya. Nisa rebah pada perutnya ketika Benny menempatkan dirinya di atas pantatnya.

“Begini jadi lebih mudah untukku”, kata Benny saat dia dengan cepat melepaskan kemejanya dan mulai untuk menggosok pinggang dan punggung Nisa bagian bawah. Alkohol telah berefek penuh pada Nisa ketika dia memejamkan matanya dan mulai jatuh tertidur.

“Oohh Dika”, dia mulai merintih.

Benny tidak bisa mempercayainya. Di sinilah dia, setelah 5 tahun tanpa seks, di atas tubuh menantu perempuannya yang cantik dan masih muda dan yang dipikirnya dia adalah suaminya. Pelan-pelan dilepasnya celananya sendiri, dan membalikkan tubuh Nisa. Benny pelan-pelan mencium perutnya yang rata saat dia mulai melepaskan jeans Nisa dengan perlahan. Vagina Nisa kini mulai basah saat dia bermimpi Dika menciumi tubuhnya. Dengan hati-hati Benny melepas jeansnya dan mulai menjalankan ciumannya ke atas pahanya. Ketika dia mencapai celana dalam yang menutupi vaginanya, dia menghirup bau harumnya, dan kemudian sedikit menarik ke samping kain celana dalam yang kecil itu dan mencium bibir vagina merah mudanya. Vaginanya lebih basah dari apa yang pernah Benny bayangkan. Nisa menggerakkan salah satu tangannya untuk membelai payudaranya sendiri, sedang tangan yang lainnya membelai rambut Benny .

“Oohh Dika”, dia merintih ketika sekarang Benny menggunakan lidahnya untuk menyelidiki vaginanya. Penisnya akan meledak saat dia mulai menjalankan ciumnya ke atas tubuhnya.


“Jangan berhenti”, bisik Nisa.

Dia sekarang menggerakkan penisnya naik turun di gundukannya, merangsangnya. Hanya celana dalam putih kecil yang menghalanginya memasuki vaginanya. Benny lebih melebarkan paha Nisa, dan kemudian mendorong celana dalam itu ke samping saat dia menempatkan ujung penisnya pada pintu masuknya. Pelan-pelan, di dorongnya masuk sedikit demi sedikit ketika Nisa kembali mengeluarkan sebuah rintihan lembut. Sudah sekian lama dia menantikan sebuah persetubuhan yang panas, dan sekarang dia sedang dalam perjalanan ‘memasuki’ menantu perempuannya yang cantik. Dia menciumi lehernya saat menusukkan penisnya keluar masuk. Dia mulai meningkatkan kecepatannya, saat dia melepaskan branya. Benny mencengkeram kedua payudara itu dan menghisap puting susunya seperti bayi. Perasaan ini tiba-tiba membawa Nisa kembali pada kenyataan saat dia membuka matanya. Dia tidak bisa percaya apa yang dia lihat. Mertuanya sedang berada di atas tubuhnya, mendorong keluar masuk ke vaginanya dengan gerakan yang mantap, dan yang paling buruk dari semua itu, dia membiarkannya terjadi begitu saja.

Benny melihat matanya terbuka, maka dia memegang kaki Nisa dan meletakkannya di atas bahunya dengan jari kakinya yang menunjuk lurus ke atas. Kini dia menyetubuhinya untuk segala miliknya yang berharga.

“Oh tidak… hentikan… oh… Tuhan… kita nggak boleh… tolong.. ooohhh”, Nisa berteriak. Payudaranya terguncang seperti sebuah gempa bumi ketika Benny menyetubuhinya layakanya seekor binatang.

“Hentikan pi… ini nggak benar… oohh Tuhan”, Nisa berteriak dengan pasrah. Benny melambat, dia menunduk untuk mencium bibir Nisa. Lutut Nisa kini berada di sebelah kepalanya sendiri saat dia menemukan dirinya malah membalas ciuman Benny. Sesuatu telah mengambil alihnya. Lidah mereka kini mengembara di dalam mulut masing-masing ketika mereka saling memeluk dengan erat. Benny menambah lagi kecepatannya dan keluar masuk lebih cepat dari sebelumnya, Nisa semakin menekan punggungnya. Benny berguling dan Nisa kini berada di atas, ‘menunggangi’ penis Benny .

“Oh Tuhan, papi merobekku”, kata Nisa ketika dia meningkat gerakannya.
“Kamu sangat rapat, aku bertaruh Dika pasti kesulitan mengerjai kamu”, jawabnya.

Ini adalah vagina yang paling rapat yang pernah Benny ‘kerjai’ setelah dia mengambil keperawanan isterinya. Dia meraih ke atas dan memegang payudaranya, meremasnya bersamaan lalu menghisap puting susunya lagi.

“Tolong jangan keluar di dalam… oohh… papi nggak boleh keluar di dalam”.

Nisa kini menghempaskan Benny jadi gila. Mereka terus seperti ini sampai Benny merasa dia akan orgasme. Dia mulai menggosok beberapa cairan di lubang pantat Nisa. Dia kemudian menyuruh Nisa untuk berdiri pada lututnya saat dia bergerak ke belakangnya, dengan penisnya mengarah pada lubang pantatnya.

“Nggak, punya papi terlalu besar, aku belum pernah melakukan ini, Tolong pi jangan”, Nisa menghiba berusaha untuk lolos.

Tetapi itu tidak cukup untuk Benny. Sambil memegangi pinggulnya, dengan satu dorongan besar dia melesakkan semuanya ke dalam pantat Nisa.

“Oohh Tuhan”, Nisa menjerit, dia mencengkeram ujung tempat tidur dengan kedua tangannya.

Benny mencabut pelan-pelan dan kemudian mendorong lagi dengan cepat. Payudaranya tergantung bebas, tergguncang ketika Benny mengayun dengan irama mantap.

“Oohh papi bangsat”.
“Aku tahu kamu suka ini”, jawab Benny, dia mempercepat gerakannya.

Nisa tidak bisa percaya dia sedang menikmati sedang ‘dikerjai’ pantatnya oleh mertuanya.

“Lebih keras”, Nisa berteriak, Benny memegang payudaranya dan mulai menyetubuhinya sekeras yang dia mampu. Ditariknya bahu Nisa ke atas mendekat dengannya dan menghisapi lehernya.

“Aku akan keluar”, teriak Benny.
“Tunggu aku “, jawabnya.

Benny menggunakan salah satu tangannya untuk menggosok vaginanya, dan kemudian dia memasukkan dua jari dan mulai mengerjai vaginanya. Nisa menjerit dengan perasaan nikmat sekarang saat dalam waktu yang bersamaan telepon berbunyi. Nisa menjatuhkan kepalanya ke bantal ketika Benny mengangkat telepon, dengan satu tangan masih menggosok vaginanya.

“Halo… Dika… ya dia menyambutku dengan sangat baik… ya aku akan memanggilnya, tunggu”, katanya saat dia menutup gagang telpon supaya Dika tidak bisa dengar suara jeritan orgasme istrinya.


Dia bisa merasakan jarinya dilumuri cairan Nisa. Dengan satu dorongan terakhir dia mulai menembakkan benihnya di dalam pantat Nisa. Semprotan demi semprotan menembak di dalam pantat rapat Nisa. Mereka berdua roboh ke tempat tidur, Benny di atas punggung Nisa. Penisnya masih di dalam, satu tangan masih menggosok pelan vagina Nisa yang terasa sakit, tangan yang lain meremas ringan payudaranya.

“Halo Dika”, kata Nisa mengangkat telepon. “Tidak, kita belum banyak melakukan kegiatan… jangan cemaskan kami, hanya tolong usahakan pulang cepat… aku mencintaimu”.

Dia menutup dan menjatuhkan telepon itu. Mereka berbaring di sana selama lima menitan, Benny masih di atas, nafas keduanya berangsur reda. Benny mencabut jarinya yang berlumuran sperma dan menaruhnya ke mulut Nisa. Dia menghisapnya hingga kering, dan kemudian bangun.

“Aku pikir lebih baik papi keluar”, dia berkata dengan mata yang berkaca-kaca. Dia berjalan sempoyongan ke arah kamar mandi itu. Rambutnya berantakan. Benny bisa lihat cairannya yang pelan-pelan menetes turun di pantatnya, dan menurun ke pahanya.

Vonny Si Gadis Abg Yang Diperkosa 12 Laki-Laki Malah Kenikmatan

Gadis Abg Yang Diperkosa 12 Laki-Laki Malah Kenikmatan
Seorang gadis abg diperkosa dengan harus melayani sex gangbang 12 orang sekaligus. Jika tidak mau melayani nafsu sex, gadis tersebut diancam akan dibunuh. Dengan terpaksa dan penuh ketakutan, gadis tersebut akhirnya melayani keduabelas pemerkosa itu secara bergantian. Berikut ceritanya…

Vonny mengerang sadarkan diri. Kepalanya seakan-akan ingin pecah. Ia berusaha mengingat apa yang telah terjadi tapi tidak berhasil. Ia ingat pergi ke sebuah pesta dan bertemu dengan laki-laki kurus dan berusaha mendekatinya.

Akhirnya ketika Vonny bosan ia pergi meninggalkan pesta tadi.

Ia sedang berjalan menuju mobilnya ketika segalam tiba-tiba menjadi gelap. Vonny bangun dan duduk, sadar dirinya ada di sebuah bale-bale di sebuah rumah sederhana. Tidak ada lampu satupun tapi ia bisa melihat cahaya datang dari ruangan sebelah dan mendengar suara-suara. Seseorang masuk ke dalam ruangan itu dan berkata, “Sudah waktunya lo bangun cewek manis! Kita udah lama nunggu nggak sabar bersenang-senang sama lo!” Kemudian laki-laki itu berkata bahwa Vonny telah disergap dari belakang dan kepalanya dipukul hingga pingsan dan dibawa ke sebuah rumah kecil di dekat Pelabuhan Ratu, di sebuah desa kecil jauh dari manapun.

Laki-laki itu mendekati Vonny dan berkata bahwa ia dan teman-temannya tidak segan-segan membunuhnya jika ia tidak menuruti semua perintah mereka. Mereka akan menyiksa Vonny dulu dan akan butuh waktu lama dan menyakitkan sebelum ia bisa mati. Ketakutan, Vonny berkata ia akan menuruti semua perintah mereka, dan laki-laki itu tersenyum.
“Oke, masuk ke ruangan itu dan buka pakaian lo, semuanya!”

Vonny berjalan perlahan masuk ke ruangan sebelah, masih pusing akibat pukulan di kepalanya. Nafas Vonny tersentak ke ia masuk ke ruangan itu. Ada 12 laki-laki di dalam ruangan itu. Semuanya berbadan besar dan kekar, melihat penampilannya mereka adalah buruh pelabuhan atau pabrik yang kasar. Mereka semuanya adalah laki-laki paling besar yang pernah dilihat oleh Vonny! Mereka mulai bersiul dan berkomentar sambil berseru kagum dan memanggil Vonny dengan julukan jorok ketika Vonny mulai melepaskan pakaiannya. Ketika buah dada Vonny yang kecil tapi padat dan bulat terlihat, ia bisa melihat seluruh penis laki-laki itu langsung menegang. Dan ketika vagina Vonny terlihat jelas, Vonny merasa dirinya akan mati ketakutan ketika melihat tatapan penuh nafsu dari wajah-wajah beringas di hadapannya. Ia sangat ketakutan membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya.

Laki-laki pertama maju mendekatinya.

Ia bertubuh hitam. Ia meremas buah dada Vonny dan menyuruhnya untuk berkeliling dan mengulum penis setiap orang di ruangan itu. Wajah Vonny memerah ketika ia mendekati laki-laki yang pertama. Laki-laki itu langsung memasukan penisnya ke dalam mulut Vonny dan langsung memompa keluar masuk di mulut Vonny. Vonny sendiri mulai tersedak dan batuk, tapi laki-laki itu tanpa peduli mendorong penisnya masuk hingga tenggorokan. Ia mengerang dan berejakulasi. Vonny merasakan mulutnya terisi oleh semburan sperma yang hangat dan lengket, dan ia berusaha untuk menelan semuanya, tapi sperma itu tetap mengalir keluar dari sudut mulutnya, mengalir ke dagunya.

Semua laki-laki itu tertawa ketika Vonny merangkak mendekati laki-laki berikutnya.
Semua sudah begitu terangsang membayangkan mulut Vonny di penis mereka, sehingga tidak ada yang bisa bertahan lama. Satu persatu dari mereka bergantian mengusapkan penis mereka pada wajah, hidung serta bibir Vonny. Mereka bergantian memaksa Vonny mengulum dan menjilati penis mereka.

Sekitar 40 menit kemudian, Vonny telah menelan 12 semburan sperma dan di wajahnya menempel sisa-sisa sperma yang tidak berhasil ia telan. Lalu seorang dari mereka mendekat dan menyuruhnya bertumpu pada lutut dan tangannya. Vonny berpikir dengan posisi merangkak seperti itulah dirinya akan mulai diperkosa dari belakang, tapi jantungnya seperti berhenti berdenyut ketika mendengar laki-laki itu berkata, “Siapa yang mau pertama kali ngerasain pantat bintang film kita ini?”. Sebelum Vonny sadar apa yang akan terjadi, Vonny merasakan sebuah kepala penis besar menempel di liang anusnya yang sempit dan kecil. Laki-laki dibelakangnya mendorong keras dan Vonny langsung menjerit kesakitan. Laki-laki yang lain tertawa senang melihat liang anus Vonny membuka dipaksa dimasuki oleh penis yang besar itu. Laki-laki itu bergerak cepat dan brutal, ber-ejakulasi di dalam anus Vonny memberika pelumas untuk laki-laki selanjutnya.

Ketika laki-laki selanjutnya sedang memperkosa anus Vonny, laki-laki yang lain memegang salah satu dari kaki Vonny dan menariknya. Kemudian ia menggosokan penisnya ke telapak kaki Vonny yang berkerut dan mengejang menahan sakit. Laki-laki itu terus menggosokan penisnya ke telapak kaki hingga jari-jari kaki Vonny yang kukunya dicat merah menyala, sementara semua laki-laki di ruangan itu bergantian mencoba anusnya. Beberapa laki-laki yang lain berlutut di depan Vonny dan mengocok senjata mereka di muka Vonny. Dan ketika laki-laki di hadapannya mulai menyemburkan sperma mereka ke wajah Vonny, laki-laki yang ada di pantatnya menarik penisnya dan sedetik sebelum ia ejakulasi, ia mendorong penisnya masuk ke dalam vagina Vonny yang perawan. Semburan demi semburan mengisi lubang kewanitaan Vonny dengan sperma. Vonny mulai menangis menyadari dirinya bisa hamil oleh mereka.

Sementara itu laki-laki yang menggunakan kakinya menggosok-gosok makin cepat dan keras.
Ia berteriak, “Aahh.., gue kelluarr.., gue kkeluaar..!” Air mani langsung tersembur ke telapak kaki Vonny dan mengalir membasahi jari-jari kakinya. Selanjutnya semua 12 orang itu mendapat giliran menggunakan anus Vonny untuk memuaskan nafsu mereka, bergantian mereka menampar dan memukul pantat Vonny sambil tertawa senang melihat lubang anus Vonny membesar. Mereka menjulukinya Vonny Si Lubang Besar. Laki-laki yang terakhir juga memasukan tangannya hingga pergelangan ke dalam anus Vonny. Vonny menjerit dan menjerit ketika tangan laki-laki itu masuk ke dalam anusnya. Kemudian mereka semua memerintahkan agar Vonny menjilati penis mereka hingga bersih. Perut Vonny terasa mual tapi ia tetap menurut perintah mereka dengan harapan mereka akan puas dan meninggalkan dirinya.

Yang selanjutnya terjadi adalah, mereka menarik tubuh Vonny dan diseret keluar, untuk pertama kalinya Vonny sadar dirinya berada di tempat terpencil dari keramaian. Laki-laki itu mendorong tubuhnya menuju ke sebuah kandang. Vonny jatuh tersungkur kelelahan dan kesakitan. Tubuhnya gemetar ketika ia mendengar ringkikan kuda di dalam kandang itu. Vonny mulai menangis dan meronta-ronta ketika dirinya diseret mendekati kuda yang ada di dalam kandang. Seseorang berkata, “Lo bakalan ngerasain bagaimana rasanya kuda sayang!” Perlahan tangan Vonny meraih penis kuda tersebut dan mulai menggosoknya, dan tersentak melihat ukuran penisnya. Panjangnya dua kali dari panjang penis laki-laki yang pernah dilihatnya, dan tangannya sama sekali tidak bisa menggenggam diameter penis kuda itu. Vonny berharap ia hanya disuruh mengocok penis tersebut, tapi laki-laki itu berkata agar Vonny mengulum penis itu dengan mulutnya. Dengan air mata mengalir di pipinya, Vonny mulai menjilati penis kuda tersebut, hampir saja ia muntah karena bau yang tercium olehnya. Vonny hanya mampu memasukan kepala penis kedua itu saja ke dalam mulutnya, sedangkan tangannya digunakan untuk mengocok batang penis kuda itu.

Semburan sperma yang pertama membuat kepala Vonny terdorong menjauh dari penis itu. Semburan yang kedua menyembur ke wajah dan buah dadanya. Ia membuka mulutnya dan berusaha menelah sperma yang disemprotkan oleh kuda itu. Wajah Vonny tertutup seluruhnya oleh sperma kuda dan rambutnya lengket karena sperma tersebut. Sebagian besar sperma itu mengalir turun dan menetes ke budah dada Vonny.

Vonny langsung jatuh tersungkur lemas berpikir semua itu telah selesai. Satu dari laki-laki itu berlutut di depan wajahnya dan menyeringai ketika berkata ini adalah permulaan bagi diri Vonny. Ia berkata agar Vonny bersiap-siap menunggu sampai sisa kelompok mereka sampai ke pondok tersebut.

Jumat, 17 Agustus 2018

Vita Gadis Kecil Yang Suka Masturbasi

kali ini mengisahkan tentang pengalaman sex pertama seorang gadis abg melakukan masturbasi. Dari awalnya coba-coba masturbasi hingga akhirnya menjadi ketagihan. Berikut cerita sex tersebut…

Namaku Vita, tinggi saya 168 cm, putih, rambut sebahu, dan sejak SMP orang-orang bilang saya mirip sekali dengan peragawati Donna Harun. Awalnya saya bangga dibilang begitu karena mirip peragawati tetapi lama kelamaan saya menjadi segan.

Pernah bulan lalu, mungkin karena saking miripnya dengan si Donna, seorang wartawan Infotainment melihat saya sedang Jalan-jalan di Plaza Senayan dan ia langsung menghampiri saya dan menanyakan sesuatu tentang fashion. Saya awalnya terheran-heran tetapi langsung saya bilang, “Salah orang, Mas!” hehehe.

Saya suka sekali masturbasi. Sejak SMP gairah seks saya tinggi sekali. Tetapi saya bisa meredam gejolak seks saya. Saya dibesarkan di lingkungan keluarga yang taat beragama. Pertama kali masturbasi terjadi ketika saya sudah lulus SMP. Waktu itu saya dan teman-teman (laki dan perempuan) sedang nongkrong di rumah teman setelah seharian mengurus STTB.

Si Harry datang dan membawa sebuah kaset video porno dan langsung menyetel film itu di rumah temanku. Kami semua langsung menonton. Saya sendiri baru pertama kali menonton film porno dan ada perasaan jijik dan bergairah. Setelah selesai menonton film, kami pun pulang ke rumah. Karena saya membawa mobil sendiri, saya mengantar Harry dan 3 orang teman ke halte bis terdekat.

Setiba di rumah, saya memarkir mobil di garasi lalu sebelum keluar dari mobil perhatian saya tertuju pada kaset video yang tergeletak di jok mobil bagian belakang. Rupanya kaset itu terjatuh dari tas Harry. Segera saya masukkan video itu ke tas saya lalu saya langsung masuk kamar. Saat itu sudah jam 21:30, kedua orang tuaku sudah tidur.

Saya bergegas mandi lalu mengganti baju. Setelah itu dengan deg-degan, saya memutar film porno itu di kamar saya karena kebetulan saya punya TV dan video player sendiri. Dengan penuh minat, saya perhatikan adegan-adegan ML, saya perhatikan bentuk kelamin pria dan wanita. Saya bisa lebih santai melihatnya dibandingkan tadi sore karena malu apabila terlihat terlalu serius.

Ada satu adegan dimana si wanita sedang rebahan di tempat tidur dalam keadaan telanjang. Si wanita memainkan jarinya di selangkangan dan payudaranya sambil mendesah dengan penuh nikmat. Saya menjadi penasaran untuk mencoba. Saya selipkan tangan kananku ke dalam celana dalamku lalu meraba vagina. Saya tidak merasakan kenikmatan. Kemudian saya perhatikan si wanita itu membuka bibir vaginanya. Saya lalu mencoba membuka bibir vaginaku dengan jari telunjuk dan jari tengah lalu tangan kiriku mulai mengusap vaginaku. Sontak tubuhku langsung seperti disetrum.

Saya merasakan sebuah kenikmatan yang luar biasa. Saya mencoba memainkan klitoris. Saya elus, putar dan pilin. Oh nikmatnya! Nafas saya mulai mendesah-desah kenikmatan seperti si wanita itu. Akhirnya saya langsung membuka semua bajuku dan tidur telanjang bulat di tempat tidur. Kembali tangan kananku memainkan klitoris sedangkan tangan kiriku meremas-remas payudaraku yang saat itu berukuran 34A. Rasanya seperti mengawang di surga. Nikmatnya tiada tara.

Saya mulai mempercepat gerakan jariku di klitoris, semakin cepat hingga akhirnya tubuhku seperti kembali disengat listrik. Tubuhku mengejang. Ada rasa lega yang tidak bisa saya lukiskan. Vagina dan selangkanganku basah dengan cairan. Saya merasakan si wanita di film itu juga merasakan hal yang sama dengan saya. Si wanita itu menjilat jarinya yang basah oleh cairan dari vaginanya. Saya mencoba menjilat jariku, rasanya sedikit asin. Setelah masturbasi pertama itu, saya tertidur dengan nyenyak. Sekitar jam 3 pagi, saya terbangun dan kembali hasrat seks saya bangkit kembali dan saya kembali bermasturbasi.

Semenjak itu, saya senang sekali bermasturbasi hingga saya pertama kali ML seperti yang sudah diceritakan dalam “Arthur: Vita & Seks Pertama”. Umumnya saya masturbasi hanya dengan tangan. Saya mencoba memakai ketimun tetapi kurang bisa saya nikmati karena terasa aneh di vaginaku.

Pada waktu saya kelas 1 SMA di tahun 1990, ada sebuah long weekend karena ada hari libur nasional yang jatuh pada hari Sabtu. Orang tua saya meminta saya untuk menemani mereka ke Singapore untuk check up. Akhirnya berangkatlah kita bertiga ke Singapore. Kami menginap di hotel Mandarin dan orang tua saya check up di Rumah Sakit Mount Elizabeth. Orang tua saya perlu melakukan beberapa tes kesehatan yang bisa memakan waktu beberapa jam.

Daripada bosan menunggu di rumah sakit, saya minta ijin untuk Jalan-jalan ke Orchard Road dan nanti janjian ketemu di hotel. Di sepanjang Orchard Road, saya keluar masuk toko-toko hingga saya menjumpai sebuah toko kecil yang menjual peralatan-peralatan untuk seks. Saya baru pertama kali melihat toko itu dan dengan terheran-heran saya masuk ke dalam.

Berbagai macam kondom dijual dan dipajang di rak-rak. Buku-buku seputar seks bahkan dildo juga dijual. Dildo adalah penis tiruan terbuat dari karet yang dipakai wanita untuk masturbasi. Bentuknya bermacam-macam. Ada dildo yang dibuat mirip sekali dengan penis, ada dildo yang dibuat berbentuk tabung oval stainless steel, bahkan ada juga dildo yang dibuat bercabang sehingga si wanita bisa memasukkannya ke dalam vagina dan anusnya secara bersamaan. Awalnya saya mau nekat membeli dildo yang bercabang tetapi saya urungkan niat itu dan saya pilih dildo yang mirip penis asli.

Saya berjalan menuju kasir. Di sebelah saya ada seorang pria tinggi dan tegap dengan potongan rambut cepak. Ia berkata kepadaku..

“Jangan lupa beli jel pelumas karena nanti bisa lecet” seraya menunjuk ke botol yang dipajang dirak.

Sambil tersenyum malu, saya menghampiri rak botol jel pelumas dan mengambil satu.

“Kamu orang Indonesia ya?” kata pria itu dalam bahasa inggris.

“Iya, kok tau?” saya membalas dengan bahasa inggris.

“Banyak orang Indonesia disini, saya bisa membedakannya. Nama saya Richard Chen”

“Saya Vita”

Richard membayar ke kasir satu kotak kondom lalu saya kemudian membayar dildo dan botol jel. Selesai membayar, Richard memberikan kartu namanya padaku dan berkata.

“Kalau anda perlu bantuan dalam memakai barang itu, saya bersedia membantu”

“Nanti saya pikirkan” kata saya sambil menerima kartu namanya. Setelah itu kami berpisah.

Dengan tergesa-gesa saya berjalan kembali ke Hotel Mandarin. Setiba di kamar (saya tidur di kamar sendiri), saya langsung membuka bungkusan dildo dan botol jel. Kemudian saya membuka seluruh bajuku dan telanjang bulat di tempat tidur membaca petunjuk pemakaian yang tertera di kotak dildo. Saya memperhatikan dengan seksama dildo itu. Memang sangat mirip dengan penis asli. Bentuknya cukup besar sekitar 30 cm, diameter 4cm dan berwarna coklat muda. Saya berpikir apakah ini muat dalam vagina saya? Mari kita coba!

Saya merebahkan diri di tempat tidur lalu membuka lebar kakiku kemudian dildo saya arahkan ke vaginaku. Tak lupa saya oleskan jel pelumas di seluruh dildo kemudian saya mulai masukkan dengan perlahan ke vagina. Awalnya agak seret tetapi dengan sabar saya masukkan hingga mentok diujung vagina. Setelah itu saya mulai tarik lagi keluar.

Saya menikmati setiap senti dari dildo yang masuk dalam vaginaku. Mataku terpejam menikmati sensasi ini. Setelah dildonya keluar semua, kembali saya masukkan dan kali ini lebih cepat. Akhirnya vagina saya sudah terbiasa dengan dildo itu sehingga saya bisa mengocok dildo dengan cepat. Nafas saya memburu dengan cepat. Keringat saya mengucur disekujur tubuhku. Payudara kuremas-remas sembari mengocok dildo di vagina.

Ada sekitar lima menit saya memainkan dildo itu dalam vaginaku hingga saya orgasme pertama. Setelah itu saya membalikkan badan dalam posisi menungging dan memasukkan dildo dari arah belakang. Saya melihat bayangan tubuhku di cermin yang digantung di atas meja. Saya merasa seksi sekali. Mulutku terbuka lebar dan mataku setengah terpejam menikmati dildo yang dimasukkan ke vaginaku dari arah belakang.

Saya merapatkan kedua belah kakiku hingga dildo itu rasanya bisa saya tekan dengan kuat dengan otot selangkanganku. Payudaraku yang bergelantungan tampak bergoyang-goyang mengikuti irama gerakanku. Beberapa menit kemudian, kembali saya orgasme. Saya langsung roboh ke kasur. Tubuhku basah oleh keringat. Cairan vaginaku membasahi sedikit sprei tempat tidur. Saya beristirahat sejenak sementara dildo itu masih di dalam vaginaku.

Saya lalu mendapat ide baru. Saya mengeluarkan dildo itu dari vagina lalu saya mengambil kursi. Kursi itu mempunyai sandaran yang dibuat dari beberapa kayu yang tegak lurus dan ada jarak dari antara satu kayu ke kayu lain. Saya selipkan dildo itu di antara kayu itu. Karena ukuran dildo yang besar, maka dildo itu bisa diselipkan dan tidak bergoyang sama sekali. Dildo itu mengacung membelakangi kursi. Saya lalu menggeser kursi itu ke arah meja rias. Lalu saya menungging bertopang pada meja rias sedangkan vagina kuarahkan pada dildo.

Saya melihat posisiku yang cukup lucu karena saya berada dalam posisi doggy style dan dildo itu ditopang dalam sandaran kursi. Lalu mulai kembali saya perlahan memaju mundurkan pantatku. Dildo bisa masuk dengan baik dan kursinya sendiri tidak bisa bergeser kemana-mana karena tertahan oleh tempat tidur. Saya mulai mempercepat irama gerakanku. Gairah seksku seperti tiada hentinya bergelora dalam diriku. Sepertinya dildo ini bisa memahami keinginan seksku yang tinggi.

Berkali-kali saya hunjamkan dildo itu ke dalam vaginaku. Vaginaku terasa berdenyut-denyut menerima sensasi seks yang diterima dari dildo itu. Nafasku tersengal-sengal. Rambutku berantakan dan keringat kembali bercucuran di dadaku. Saya meremas kedua belah payudaraku dengan gemas sembari terus memacu vaginaku dalam dildo itu. Saya ingat waktu itu dalam tempo waktu 15 menit bersetubuh dengan dildo dalam posisi tersebut, saya orgasme kurang lebih 6 kali.

Akhirnya saya berhenti karena kecapaian. Saya melepaskan dildo itu dari vaginaku dan mencopotnya dari sandaran kursi. Saya membaringkan tubuhku yang lunglai di tempat tidur lalu tertidur selama 1 jam. Begitu terbangun, saya langsung buru-buru membereskan kamarku dan membuang bungkusan dildo dan jel pelumas. Dildo itu sendiri saya cuci lalu saya bungkus didalam kaos beserta botol jel pelumas supaya tidak ketahuan ibuku.

Saya melihat kartu nama si Richard di tasku. Sempat terlintas ide untuk menelepon dia dan siapa tahu bisa diajak bersetubuh. Tetapi saya urungkan niat itu karena beresiko tinggi ketahuan orang tua. Lagipula saat ini saya sedang senang bermain-main dengan dildo baruku.

Hingga sekarang, saya sudah memiliki tiga buah dildo. Yang pertama adalah dildo pertama yang saya beli di Singapore, kemudian dildo yang model bercabang dan ketiga dildo yang bisa bergetar sendiri memakai baterai. Kedua dildo itu saya beli di Amerika.

Lakukan Seks Bersama Pembantu Yang Masih Perawan

Cerita seks ngentot pembantu kali ini dilakukan oleh anak majikan. Akibat nafsu sex menggelora, pembantu dirumahnya yang masih kecil dan perawan nekat disetubuhi. Kebiasaan menonton video bokep porno yang jadi penyebab hubungan seks dengan pembantu tersebut terjadi. Baca cerita dewasa selengkapnya berikut ini…

Awal aku mengenal seks yaitu saat secara tidak sengaja aku buka-buka lemari di rumah teman SMP-ku dan menemukan setumpukan Video VHS tanpa gambar di dalam sebuah kotak. Karena penasaran film apa itu, kuambil satu dan langsung kucoba di video temanku di kamar itu yang kebetulan sepi, karena temanku sedang les.

Kusetel film yang berjudul.. apa ya? aku lupa, ternyata itu film dewasa (waktu itu aku belum banyak tahu). Aku cuma pernah dengar teman-temanku pernah nonton film begituan, tapi aku tidak begitu penasaran. Nah, saat itu aku baru tahu itu loh yang namanya BF. Kebetulan itu film seks tentang anak kecil yang masih mungil bercinta dengan bapaknya, oomnya, temannya dan lain-lain.

Dan aku ingin cerita nih pengalaman pertamaku. Kejadian ini terjadi ketika aku masih SMA, di rumahku ternyata ada pembantu baru. Orangnya masih lumayan kecil sekitar 12 tahun lah, tapi itu dia yang membuatku suka. Aku itu suka sama wanita imut-imut yang masih agak kecil mungkin gara-gara video waktu itu (aku suka begitu melihat situs-situs tentang Lolita, soalnya cewek-cewek di situs-situs itu masih imut-imut). Dan yang paling membuatku terangsang adalah payudaranya yang masih baru tumbuh, masih agak runcing (tapi tidak rata).

Setiap hari itu dia kerjaannya, biasalah kerjaan pembantu rumah tangga, ya ngepel, ya mencuci dan lain-lain. Kalau aku sarapan, kadang suka melihat dia yang sedang ngepel and roknya agak terbuka sedikit, jadi tidak konsentrasi deh sarapannya karena berusaha melihat celana dalamnya, tapi sayang susah. Untuk awal-awal aku hanya bisa minta dibuatkan teh atau susu.

Lambat laun karena aku sudah ingin begitu melihat tubuhnya itu, kuintip saja dia kalau sedang mandi. Tapi sayang karena lubang yang tersedia kurang memadai, yang terlihat hanya pantatnya saja, soalnya terlihat dari belakang. Kadang-kadang terlihat depannya hanya tidak jelas, payah deh. Nah pada suatu hari aku nekat. Kupanggil dia untuk pijati aku, oh iya nama dia Ine.

“Ine.. pijitin saya dong, saya pegel banget nih abis maen bola tadi”, kataku.

“Iya Mas, sebentar lagi ya. Lagi masak air nih, tanggung”, jawabnya.

“Iya, tapi cepet ya. Saya tunggu di kamar saya.”

Cihuy, dalam hati aku bersorak. Nanti mau tidak dia ya aku ajak begituan. Lalu kubuka bajuku sambil menuggu dia. Lalu pintuku diketok,

“Permisi Mas”, ketoknya.

“Masuk aja Ne, nggak dikunci kok”, lalu dia masuk sambil bawa minyak buat mijit.

Mulailah dia memijatku. Mula-mula dia memijat punggungku dan sambil kuajak ngobrol.

“Kamu sekolah sampai kelas berapa Ne?” tanyaku.

“Cuma sampai kelas tiga aja Mas, soalnya nggak ada biaya”, jawab dia.

“Sekarang kamu umur berapa?” tanyaku lagi.

Dia menjawab, “Umur saya baru mau masuk 12 Mas.”

“Udah gede dong ya”, kataku sambil tersenyum.

Lalu aku membalikkan badan, “Pijitin bagian dadaku ya..” pintaku sambil menatap memohon. “Iya mas”, katanya. Dia memijati dadaku sambil agak menunduk, jadi baju yang dia pakai agak kelihatan longgar jadi aku bisa melihat bra yang dia kenakan yang menutupi dua buah payudara yang masih baru tumbuh. Wah, kemaluanku jadi tidak karuan lagi rasanya. Dan aku juga menikmati wajahnya yang masih polos itu. Begitu dia selesai memijati dadaku, aku langsung bilang, “Pijitan kamu enak”, terus aku nekat langsung meraba payudara dia yang imut itu, tapi ternyata dia kaget dan langsung menepis tanganku dan langsung lari dari kamarku. Aku kaget dan jadi takut kalau dia minta berhenti dan bicara dengsn ibuku. Gimana nich? aku langsung dihantui rasa bersalah. Ya sudah ah, besok aku minta maaf saja dengan dia dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Benar saja, besok itu dia ternyata agak takut kalau lewat depanku. Aku langsung bicara saja dengan dia.

“Ne.. yang kemaren itu maaf ya.. Saya ternyata khilaf, jangan bilang sama Ibu ya.”

“Iya deh Mas, tapi janji nggak kayak gitu lagi khan, abis Ine kaget dan takut”, kata dia.

“Iya saya janji”, jawabku.

Sebulan setelah peristiwa itu memang aku tidak ada kepikiran untuk menggituin dia lagi. Dan dia juga sudah mulai biasa lagi. Tapi pada suatu hari pas aku sedang mencari celanaku di belakang, mungkin celanaku sedang dicuci. Soalnya itu celana ada duitku di dalamnya. Yah basah deh duitku. Eh, pas aku lewat kamar si Ine, kelihatan lewat jendela ternyata dia lagi tidur. Rok yang dia pakai tersibak sampai ke paha. Yah, timbul lagi deh ide setan untuk ngerjain dia. Tapi aku bingung bagaimana caranya. Akhirnya aku menemukan ide, besok saja aku masukkan obat tidur di minumannya. Dan aku menyusun rencana, bagaimana caranya untuk memberi dia obat tidur.

Besok pas sedang makan dan kebetulan rumah sedang sepi, aku minta dibuatkan teh. Setelah selesai dia buat dan diberikan ke aku. Kumasukkan saja obat tidur ke teh itu. Terus manggil dia,

“Ne.. kok tehnya rasanya aneh sih?”

“Masa sih Mas?” kata dia.

“Cobain saja sendiri”, dia langsung minum sedikit.

“Biasa saja kok Mas..” katanya.

“Coba lagi deh yang banyak”, kataku.

Dia minum setengah, terus aku bilang,

“Ya udah yang itu kamu abisin saja, tapi buatin yang baru.”

“Iya deh Mas, maaf ya Mas kalo tadi tehnya nggak enak”, jawabnya.

“Nggak apa-apa kok”, jawabku lagi.

Aku tinggal tunggu obat tidur itu bekerja. Ternyata begitu dia mau buat teh baru, eh dia sudah ambruk di dapur. Langsung saja kuangkat ke kamarku. Begitu sampai di kamarku, kutiduri di kasurku. Berhasil juga aku bisa membawa dia ke kamarku, pikirku dalam hati. Lalu aku mulai membukan bajunya, gile.. aku deg-degan, soalnya pertama kali nich! Kelihatan deh branya, dan di dalam bra itu ada benda imut berupa gundukan kecil yang bisa membuatku terangsang berat. Lalu kubuka roknya, kelitan CD-nya yang berwarna krem. Tubuhnya yang tinggal memakai bra dan CD membuat kemaluanku semakin tidak tahan. Tubuhnya lumayan putih. Dalam keadaan setengah telanjang itu, posisi dia kuubah menjadi posisi duduk, lalu kuciumi bibirnya, sambil meremas-remas payudaranya yang masih agak kecil itu. Dan tanganku yang satu lagi mengusap CD-nya di bagian bibir kemaluannya. Kumasukkan lidahku ke mulutnya dan aku juga berusaha menghisap dan menjilati lidahnya. Sekitar 10 menitan kulakukan hal itu. Setelah itu kubuka branya dan CD-nya. Wow, pertama kalinya aku melihat seorang gadis dengan keadaan telanjang secara langsung. Payudaranya terlihat begitu indah dengan puting yang kecoklatan baru akan tumbuh. Bagian kemaluannya belum ditumbuhi rambut-rambut dan terlihat begitu rapat.

Langsung kujilati dan kuhisapi payudaranya. Dan payudara yang satu lagi kuremas dan kuusap-usap serta kupilin-pilin putingnya. Putingnya tampak agak mengeras dan agak memerah. Setelah aku mainkan bagian payudaranya, kujilati dari dada turun ke arah perut dan terus ke arah bagian kemaluannya. Bagian itu kelihatan masih sangat polos, dan terlihat memang seperti punya anak kecil. Kubuka kedua pahanya dan belahan kemaluannya, begitu kudekati ingin menjilati. Tercium bau yang tidak kusuka, ah kupikir peduli amat, aku sudah nafsu sekali. Kutahan nafas saja. Kubuka belahan kemaluannya dan aku melihat apa yang di namakan klitoris, yang biasanya aku melihat di situs-situs X, akhirnya kulihat secara langsung. Lalu kujilati bagian klitorisnya itu. Tiba-tiba dia mengerang dan mendesah, “Sshh..” begitu. Aku kaget hampir kabur. Ternyata dia hanya mendesah saja dan tetap terus tidur. Ketika aku jilati itu, ternyata ada cairan yang meleleh keluar dari kemaluannya, kujilati saja. Rasanya asin plus kecut.

Nah sekarang aku dalam keadaan yang amat terangsang, tapi begitu kuperhatikan wajahnya dan ke seluruh tubuhnya aku jadi tidak tega untuk merebut keperawanannya. Aku kasihan tapi aku sudah dalam keadaan yang amat terangsang. Akhirnya kuputuskan untuk masturbasi saja. Soalnya aku tidak tega. Aku pakaikan dia baju lagi dan menidurkan di kamarnya. Yah, aku melepaskan pengalaman pertamaku untuk bercinta dengan seorang gadis mungil berumur 12 tahun! Tidak tahu deh aku menyesal atau tidak.

Setelah melepas kesempatan untuk bercinta dengan Ine. Aku jadi kepikiran terus. Setiap aku apa-ngapain, selalu ingat sama payudara mungilnya Ine dan daerah kemaluannya yang masih polos itu. Untungnya si Ine tidak pernah merasa pernah di apa-apain sama aku. Dia selalu bersikap biasa di depanku tapi akunya tidak biasa kala melihat dia. Soalnya pikiranku kotor melulu.

Pelampiasannya paling aku masturbasi sambil melihat gambar-gambar XX yang aku dapatkan dari situs-situs lolita. Tapi aku bosan juga dan hasrat ingin nge-gituin si Ine semakin besar saja. Sepertinya aku sudah tidak tahan.

Akhirnya pada suatu waktu, aku mendapat kabar yang amat sangat bagus, ternyata orangtuaku mau pindah ke luar negeri, karena bapakku ditugasi ke luar negeri selama 2 tahun. Jadi, aku tidak perlu takut dia mengadu sama ibuku, paling aku ancam sedikit dan aku kasih duit dia diam. Setelah kepergian orangtuaku ke luar negeri, aku langsung punya banyak planning untuk ngerjain dia. Yang pasti aku sudah malas membius-bius segala. Soalnya dia diam saja, tidak seru! Ya sudah aku merencanakan untuk memaksa dia saja (eh, kalau ini termasuk pemerkosaan tidak sih?).

Pada suatu hari, ketika Ine sedang mandi. Kuintip dia. Biasalah, cuma kelihatan belakangnya saja, tapi aku jadi bisa mengantisipasi kalau dia sudah selesai mandi langsung aku sergap saja. Untungnya setelah dia selesai mandi, keluar kamar mandi menuju kamarnya hanya memakai handuk saja tidak pakai apa-apa lagi. Begitu keluar kamar mandi langsung kututup mulutnya dan kupeluk dari belakang, dia-nya meronta-ronta. Cuma tenagaku sama tenaga anak umur 12 tahun menang mana sih. Kubawa masuk ke kamar dia saja. Soalnya kalau ke kamar aku jauh. Nanti kalau dia meronta-ronta malah lepas lagi. Pas masuk kamar dia kujatuhkan dia ke kasur sambil menarik handuknya. Dia kelihatan ketakutan sekali dengan tubuh tidak mengenakan apa-apa.

“Mas Andi, jangan Mas” mohonnya.

“Tidak apa-apa lagi Ne.. Paling sakitnya sedikit entar kamu pasti akan ngerasain enaknya”, kataku.

Dia kelihatan seperti mau teriak, langsung saja kututup mulutnya.

“Jangan coba-coba teriak ya!” hardikku.

Dia mulai menangis. Aku jadi sedikit kasihan, tapi setan sudah menguasai tubuhku.

“Cobain enaknya deh..” kataku.

Sambil tetap menutup mulutnya kuraba dan kuelus payudaranya itu.

“Santai aja, jangan nangis. Nikmati enaknya kalo payudara kamu di elus-elus”, kataku.

Setelah kulepas tanganku dari mulut dia, langsung kucium bibirnya. Ternyata dia lumayan menikmati ciuman sambil payudaranya tetap kuremas-remas. “Enak kan?” kataku. Dia diam saja. Terus kubuka CD-ku. Kukeluarkan batang kemaluanku. Dia kaget dan takut.

“Tolong pegangin anuku donk.. dipijitin ya..” pintaku.

Pertama-tama dia takut-takut untuk memegang anuku, tapi setelah lama dipegang sama dia, dia mulai memijiti. Wah, rasanya enak sekali anuku dipijiti sama dia. Setelah itu dia kusuruh tiduran,

“Mas mau ngapain?” tanyanya.

“Aku mau ngasih sesuatu hal yang paling enak, kamu nikmatin aja” jawabku.

Kubuka belahan pahanya, pertama dia tidak mau buka, tapi setelah kubujuk dia akhirnya membuka pahanya dan kujilati kemaluannya sampai ke klitorisnya. Dia mendesah-desah keenakan. “Tuh kan enak”, kataku. Kujilati sampai keluar cairannya.

Aku merasa pemanasan sudah cukup, begitu kusiapkan batang kemaluanku ke depan liang kemaluannya dia menangis lagi dan berbicara,

“Jangan Mas, saya masih perawan.”

“Saya juga tau kok kamu masih perawan”, jawabku.

Aku tetap bersikeras untuk menyetubuhinya. Pas aku mau mendorong kemaluanku masuk ke dalam liang kemaluannya, eh dia meronta dan mau lari. Dengan cepat kutangkap. Wah, susah nih pikirku. Kebetulan di kamar dia kulihat ada tali untuk jemuran, kuambil dan kuikat saja tangan dan kakinya ke tempat tidur.

“Aku tahu kamu masih perawan, abis gimana lagi aku udah amat terangsang”, kataku.

Dia memandangku dengan tatapan memohon dan sambil dengan keluar air mata.

“Atau kamu lebih suka lewat pantat, biar perawan tetap terjaga?” tanyaku.

“Iya deh Mas, lewat pantat aja ya.. tapi tidak apa-apa kan Mas? Nanti bisa rusak tidak pantat saya?” jawabnya.

“Tidak apa-apa kok”, jawabku.

Ya, sudah kulepaskan talinya. Aku tanya sama dia, dia punya lotion atau tidak, soalnya kalau lewat pantat harus ada pelicinnya. Terus dia bilang punya. Kuambil dan kuolesi ke pantatnya dan kuolesin juga ke kemaluanku.

Langsung saja aku ambil posisi dan si Ine posisinya menungging dan pantatnya terlihat jelas. Aku mulai masukkan ke pantatnya. Pertama agak susah, tapi karena sudah diolesi lotion jadi agak lancar.

“Sslleb.. ahh.. enak sekali”, jepitan pantatnya sangat kuat.

“Aduh.. Mas, sakit Mas..” rintihnya.

“Tahan sedikit ya Ne..” kataku.

Langsung saja kugenjot. “Gile banget, enaknya minta ampun..” Terus aku berfikir kalau lewat kemaluannya lebih enak apa tidak ya? masih perawan lagi. Ah, lewat kemaluannya saja dech, peduli amat dia mau apa tidak. Kulepaskan batang kemaluanku dari pantatnya. Aku membalikkan badannya terus kuciumi lagi bibirnya sambil meremas payudaranya.

“Udahan ya Mas, saya sudah cape..” pintanya.

“Bentar lagi kok”, jawabku.

Setelah itu langsung kutindih saja badannya.

“Lho Mas mau ngapain lagi?” tanyanya sambil panik tapi tak bisa ngapa-ngapain karena sudah kutindih.

“Tahan dikit ya Ne..” kataku.

Langsung kututup mulutnya pakai tanganku dan batang kemaluanku kuarahkan ke liang kemaluannya. Dia terus meronta-ronta. Ine menangis lagi sambil berusaha teriak tapi apa daya mulutnya sudah kututup. Akhirnya batang kemaluanku sudah sampai tepat di depan lubang kemaluannya.

Aku mau masukkan ke lubangnya susahnya minta ampun, karena masih rapat barangkali ya? Tapi akhirnya kepala kemaluanku bisa masuk dan begitu kudorong semua untuk masuk, mata Ine terlihat mendelik dan agak teriak tapi mulutnya masih kututup dan terasa olehku seperti menabrak sesuatu oleh kemaluanku di dalam liang kemaluannya. Selaput dara mungkin, kuteruskan ngegituin dia walaupun dia sudah kelihatan sangat kesakitan dan berurai air mata. Kucoba lepas tanganku dari mulutnya. Dia menangis sambil mendesah, aku makin terangsang mendengarnya. Kugenjot terus sambil kupilin-pilin putingnya. Pada akhirnya aku keluar juga. Kukeluarkan di dalam luabang kemaluannya. Pas kucabut kemaluanku ternyata ada darah yang mengalir dari liang kemaluannya. Wah, aku merenggut keperawanan seorang anak gadis.

“Ine.. sorry ya.. tapi enak kan. Besok-besok mau lagi kan..” tanyaku.

Dia masih sesenggukan, dia bilang kalo kemaluannya terasa sakit sekali. Aku bilang paling sakitnya cuma sehari setelah itu enak.

Besok-besok dia aku kasih obat anti hamil dan aku bisa berhubungan dengan dia dengan bebas. Ternyata setelah setahunan aku bisa bebas berhubungan dengan dia, dia minta pulang ke kampung katanya dia dijodohi sama orangtuanya. Kuberikan uang yang lumayan banyak. Soalnya dia tidak balik lagi.

“Inget ya Ne.. kalo kamu lagi pingin begituan dateng aja ke sini lagi ya..”

Begitulah kisahku dan aku tetap suka sama cewek yang imut-imut. Kenapa ya? apa aku fedofil? Tapi sepertinya tidak deh, Soalnya yang kusuka itu harus punya payudara walaupun kecil. Jadi sepertinya aku bukan pedofil, Ok.

Cerita Seks Anak SD, Pengalaman Bercumbu Bersama Anak Sd

Cerita Seks Anak SD
Cerita seks anak ini terjadi waktu aku masih kecil. Masih duduk dikelas SD, dengan tetanggaku yang juga masih SD pula. Kisah ini masih aku ingat selamanya karena pengalaman pertama memang tak terlupakan. Saat itu usiaku masih 10 tahun pada waktu itu aku masih kelas 4 SD. Kisah ini benar benar aku alami tanpa aku rubah sedikit pun.

Aku punya teman sebayaku namanya Putri, dia juga duduk di bangku SD. Aku dan dia sering main bersama. Dia anak yang sangat manis dan manja. Dia mempunyai dua kakak. Kakak pertama namanya Rio di sudah bekerja di Jakarta. Dan kakaknya yang satu lagi namanya Linda. Saat itu dia kuliah semester 4 jurusan akuntansi salah satu perguruan tinggi di kota kelahiranku. Dia lebih cantik dari pada adiknya Putri. Tingginya kira kira 160 cm dan ukuran payudaranya cukup seusianya tidak besar banget tapi kenceng.

Waktu itu hari sangat panas, aku dan Putri sedang main dirumahnya. Maklum rumahku dan rumahnya bersebelahan. Saat itu ortu dari Putri sedang pergi ke Bandung untuk beli kain. Putri ditinggal bersama kakaknya Linda.

“Main dokter dokter yuk, aku bosen nich mainan ini terus”ajak Putri

Segera aku siapkan mainannya. Aku jadi dokter dan dia jadi pasiennya. Waktu aku periksa dia buka baju. Kami pun melakukan seperti itu biasa karena belum ada naluri seperti orang dewasa, kami menganggap itu mainan dan hal itu biasa karena masih kecil. Waktu aku pegang stetoskop dan menyentuhkannya didadanya. Aku tidak tahu perasaanya. Tapi aku menganggapnya mainan. Waktu itu pintu tiba tiba terbuka. Linda pulang dari kampusnya. Dengan masih telanjang dada Putri menghampiri kakaknya di depan pintu masuk.

“Hai Kak baru pulang dari kampus”

“Ngapain kamu buka baju segala” Kak Linda memandangi adiknya.

“Kita lagi main dokter dokteran, aku pasiennya sedangkan Rendi jadi dokternya, tapi sepi Kak masa pasiennya cuma satu. Kakak lelah nggak. Ikutan main ya kak?”

“Oh mainan toh.. Ya sudah aku nyusul, aku mau ganti pakaian dulu gerah banget nih”

Kami bertiga pun segera masuk ke kamar lagi, aku dan Putri asyik main dan Kak Linda merebahkan tubuhnya ditempat tidur disamping kami. Aku melihat Kak Linda sangat cantik ketika berbaring. Setelah beberapa menit kemudian dia memperhatikan kami bermain dan dia terbengong memikirkan sesuatu.

“Ayo Kak cepetan, malah bengong” ajak Putri pada kakaknya.

Lalu dia berdiri membuka lemari. Dia kepanasan karena udaranya. Biasanya dia menyuruh kami tunggu di luar ketika dia ganti baju

“Ayo tutup mata kalian, aku mau ganti nih soalnya panas banget” Kak Linda menyuruh kami.

Dia melepaskan pakaian satu persatu dari mulai celana panjangnya, dia memakai CD warna putih berenda dengan model g-string. Saat itu dia masih dihadapan kami. Tertampang paha putih bersih tanpa cacat. Setelah itu dia melepas kemejanya dicopotnya kancing stu perstu. Setelah terbuka seluruh kancingnya, aku dapat melihat bra yang dipakainya. Lalu dia membelakangi kami, dia juga melepas branya setelah kemejanya ditanggalkan. Aku pun terbengong melihatnya karena belum pernah aku melihat wanita dewasa telanjang apa lagi ketika aku melihat pantatnya yang uuhh. Dia memilih baju agak lama, otomatis aku melihat punggungnya yang mulus dan akhirnya dia memakai baby doll dengan potongan leher rendah sekali tanpa bra dan bahannya super tipis kelihatan putingnya yang berwarna coklat muda. Kulitnya sangat putih dan mulus lebih putih dari Putri. Putri melihatku.

“Rendi koq bengong belum lihat kakakku buka baju ya? Lagian kakak buka baju nggak nyuruh kita pergi.”

Kak Linda ngomel,”Idih kalian masih kecil belum tahu apa apa lagian juga aku nggak ngelihatin kalian langsung. Mau lihat ya Ren?”dia bercanda.

Akupun menundukan mukaku karena malu.”Tapikan kak, susunya kakak sudah gede segitu apa nggak malu ama Rendi.”


Putri menjawab ketus.”Kamu aja telanjang kayak itu apa kamu juga nggak malu sudah ayo main lagi.” Linda menjawab adiknya. Kami pun bermain kembali.

Giliran Kak Linda aku periksa. Dia menyuruh aku memeriksanya, dia agak melongarkan bajunya. Ketika stetoskop aku masukkan di dalam bajunya lewat lubang lehernya, tepat kena putingnya. Dia memekik. Aku pun kaget tapi aku pun tidak melihatnya karena malu. Dia menyuruhku untuk untuk lama lama didaerah itu. Dia merem melek kayak nahan sesuatu, dipegangnya tanganku lalu ditekan tekan daerah putingnya. Aku merasa sesuatu mengeras.

“Kak ngapain.. Emang enak banget diperiksa.. Kayak orang sakit beneran banget.” Putri Tanya ama kakaknya.

Kak Linda pun berhenti.”Yuk kita mandi soalnya sudah sore lagikan kamu Putri ada les lho nanti kamu ketinggalan.” Ajak Kak Linda pada kami berdua. Dia menyuruh bawa handuk ama baju ganti.

Setelah mengisi air, aku pun membuka bajuku tanpa ada beban yang ada dan telanjang bulat begitu juga ama Putri. Kamipun bermain air di bathup. Kamar mandi disini amat mewah ada shower bathup dan lain lain lah, maklum dia anak terkaya dikampungku. Setelah itu pintu digedor ama kakaknya dia suruh buka pintu kamar mandinya. Aku pun membukanya. Kak Linda melihatku penuh kagum sambil menatap bagian bawahku yang sudah tanpa pelindung sedikitpun, aku baru tahu itu namanya lagi horny. Lalu dia masuk segera di membuka piyama mandinya. Jreng.. Hatiku langsung berdetak kencang, dia menggunakan bra tranparan ama CD yang tadi dia pake dihadapan kami.

“Bolehkan mandi bersama kalian lagian kalian kan masih anak kecil.”

“Ihh.. Kakak.. Punya kakak itu menonjol” ledek adiknya.

Dia hanya tersenyum menggoda kami terutama aku.”biarin”sambil dia pegang sendiri puting dia menjawab lalu dia membasahi badannya ama air di shower. Makin jelas apa yang nama payudara cewek lagi berkembang. Beitu kena air dari shower bra Kak Linda agak merosot kebawah. Lucu banget bentuknya pikirku. Payudaranya hendak seakan melompat keluar.

“Ayo cepat turun dulu, aku kasih busa di bathupnya..”.

Putri bergegas keluar tapi aku tidak, aku takut kalau ketahuan anuku mengeras, aku malu banget. Baru kali ini aku mengeras gede banget. Lalu Kak Linda mendekat dan melihatku serta menyuruhku untuk turun. Aku turun dengan tertunduk muka Kak Linda melihat bagian bawahku yang sudah mengeras sama pada waktu aku bermain tapi bedanya sekarang langsung dihadapan mata. Dia hanya tersenyum padaku. Aku kira dia marah. Dia kayak sengaja menyenggol senjataku dengan paha mulusnya.

“Ooohh.. Apa itu..” (pura pura dia tidak tahu) Putripun tertawa melihatnya.

“Itu yang dinamakan senjatanya laki laki yang lagi mengeras tapi culun ya kalau belum disunat” Kak Linda memberitahukan pada adiknya.

Setelah busanya melimpah di air kami pun nyebur bareng.

“Adik adik, Kakak boleh nggak membuka bra kakak” pinta Kak Linda pada kami.

“Buka aja to Kak lagian kalau mandi pakai pakaian kayak orang desa.” adiknya menjawab.

Tapi aku nggak bisa jawab. Dengan pelan pelan kancing dibelakang punggung dibukanya lalu lepas sudah pengaman dan pelindung susunya. Dengan telapak tangannya dia menutupi payudaranya.

“Sudah buka aja sekalian CD nya nanti kotor kena bau CD kakak,” ujar Putri kepada kakaknya.

Segera dia berdiri diatas bathup melorotkan CDnya dengan hati hati(kayaknya dia sangat menunggu ekspresiku ketika melihat wanita telanjang bulat dihadapannya). Ketika dia berdiri membetulkan shower diatas kami, aku melihat seluruh tubuhnya yang sudah telanjang bulat.

“Kak anu.. anu.. Susu kakak besarnya, ama bawahan kakak ada rambutnya dikit,” aku memujinya.

dia hanya tersenyum dan memberitahu kalau aslinya bawahan nya lebat hanya saja rajin dicukur. Dia agak berlama lama berdiri kayaknya makin deket aja bagian sensitivenya dengan wajahku, ada sesuatu harum yang berbeda dari daerah sekitar itu. Kak Linda terus berdiri sambil melirikku.

Sambil membilasi payudaranya dengan air hangat serta digoyang dikit dikit bokong bahenolnya. Dia menghadap kami sambil mnyiram bagian sensitifnya. Aku pun tak berani langsung menatapnya. Sambil memainkan payudaranya sendiri dia punya saran plus ide gila.

“Mainan yuk. Aku jadi ibunya, kamu jadi anaknya.”

Lalu Kak Linda menyuruh mainan ibu ibuan, dia menyuruh kami jadi bayi. Lalu dia menyodorkan susunya pada kami.

“Anakku kasihan, sini ibu beri kamu minum” dia berkata pada kami.

Putri pun langsung mengenyot puting susu kakaknya, tapi aku pun tak bergerak sama sekali, lalu dia langsung menyambar kepalaku ditarik ke arah payudaranya.

“Ayo sedot yang kuat.. Ahh.. Cepet.. Gigit pelan pelan.. Acchh,” kata itu keluar.

Tapi koq nggak keluar airnya. Punya Mama keluar air susunya. Tiba tiba Putri berhenti.

“Uhh.. Ini kan namanya mainan jadi nggak beneran. Kamu udahan aja sudah jamnya kamu les” Putri pun bergegas turun dan berganti pakaian sejak saat itu aku tak memdengar langkah dia lagi.

Aku pun masih disuruh mainan dengan putingnya tangan kiriku dikomando supaya meremas susu kirinya. Tiba tiba ada sesuatu yang bikin aku bergetar, ada sesuatu yang berambat dan memegangi anuku. Dengan kanan kanan memegangi tangan kiriku untuk meremas payudaranya ternyata tangan kanannya memainkan penisku.

Segera dia memerintahkan untuk turun dari situ. Kami pun turun dari situ. Lalu. Dia duduk di pingiran sambil membuka selakangannya. Aku baru melihat rahasia cewe.

“Rendi ini yang dinamakan vagina, punya cewek. Tadi waktu kakak berdiri aku tahu kalau kamu memperhatikan bagian kakak yang ini. Ayo aku ajarin gimana mainan ama vagina” akupun hanya mengangguk.

Dia menyuruh menjilatinya setelah dia mengeringkannya dengan handuk. Aku pun menjulurkan lidahku kesana tapi bagian luarnya. Dia hanya tersenyum melihatku. Dengan jari tangan nya dia membuka bagian kewanitaan itu. Aku benar benar takjub melihat pemandangan kayak itu. Warnanya merah muda seperti sebuah bibir mungil. Setelah dia buka kemaluannya, lalu dia suruh aku supaya menjilatinya. Ada cairan sedikit yang keluar dari bagian itu rasanya asin tapi enak. Disuruh aku menyodok dengan kedua jariku, terasa sangat becek. Dia menyuruhku berhenti sejenak. Ketika dia menggosok gosok sendiri dengan tangannya dengan cepat lalu dia menyambar kepalaku dengan tangannya ditempelkan mukaku dihadapannya.

Seerr.. Serr.. bunyi air yang keluar dari vaginanya banyak sekali. Sambil berteriak plus mendesis lagi merem melek. Setelah itu dia jongkok, aku kaget ketika dia langsung menjilati kepala penisku. Di buka bagian kulup hingga kelihatan kepalanya.

“Kakak enggak jijik ya kan buat kencing” aku bertanya pada dia tapi dia terus mengulumnya maju mundur.

Sakit dan geli itu yang kurasakan tapi lama lama enak aku langsung rasanya seperti kencing tapi tidak jadi. Dia menggunakan sabun cair katanya biar agak licin jadi nggak sakit. Saking enaknya aku bagai melayang badanku bergetar semua. Setelah dibilas dia mengkulum penisku, semua masuk didalam mulutnya.

“Kak aku mau kencing dulu” aku menyela.


Setelah itu dia berbaring dilantai dia menyuruh bermain dengan kacang didalam vaginanya. Pertama aku tidak tahu, dia memberi tahu setelah dia sendiri membukanya. Aku sentuh bagian itu dengan kasar dia langsung menjerit dia mengajari bagaimana seharusnya melakukannya. Diputar putar jariku disana tiba tiba kacanga itu menjadi sangat keras.

Sekitar 5 menit aku bermain dengan jariku kadang dengan lidahku. Keluar lagi air dari vaginanya. Aku disuruh terus menyedotnya. Dia kayaknya sangat lemas lunglai. Setelah beberapa saat dia memegang penisku dan menuntunnya di vagina.

“Coba masukan anumu ke dalam sana pasti aku jamin enak banget rasanya” dia menyuruhku.

Dengan hati-hati aku masukkan setelah masuk aku diam saja. Dia menyuruh aku untuk menekan keras. Dan bless masuk semuanya dia memberi saran kayak orang memompa. Masuk-keluar.

“Acchc terus.. yang cepet.. ah.. ah.. ah..” dia mendesis, dia menggoyangkan pantatnya yang besar kesana kemari.


Tapi sekitar 3 menit rasanya penisku kayak diremas oleh kedua daging itu lalu aku ingin sekali pipis. Saat itu penisku kayak ada yang air mengalir. Dan serr.. seerrs air kencingku membanjiri bagian dalamnya. Setelah kelelahan kami pun keluar dia langsung pergi ke kamar masih keadaan bugil. Kemudian dia berbaring karena lelah, aku mendekatinya dan dia memelukku seperti adiknya, payudaranya nempel di mukaku. Setelah aku melihat wajahnya dia menangis. Lalu dia menyuruh aku pulang. Aku mengenakan pakaian dan pulang. Dia menyuruh merahasiakan kalau aku berbicara ama orang lain aku nggak boleh bermain ama adiknya.

Kami pun terus melakukannya sekitar 1 tahun tanpa ada siapa yang tahu. Sekitar aku kelas 1 SMP dia kawin ama temannya karena dia hamil. Ketika 2 minggu lalu (saat ini) aku bertemu dia bertanya masih suka main seperti dulu. Akupun hanya tertawa ketika aku tahu itu yang namanya sex dan aku ngucapin terima kasih buat kakak, itu adalah pengalamanku yang pertama. Buat pembaca aku masih punya cerita nyata yang tak kalah seru tunggu aja.

Pesta Seks Gigolo Dengan Tante Lisa Yang Girang Dan Sangat Seksi

Cerita seks gangbang ini sangat seru. Seorang gigolo sewaan diajak pesta seks dengan para tante girang yang cantik dan seksi-seksi. Pemuda gigolo itu harus melayani nafsu seks liar para tante-tante maniak sex tersebut sampai puas.

Namaku Dedi, umur 24 tahun. Aku seorang gigolo di kota Bandung. Aku akan menceritakan pengalamanku melayani sekaligus 4 pelangganku dalam semalam. Aku menggeluti profesi ini sudah 4 tahun, dan sejak itu aku mempunyai pelanggan tetap namanya Tante Mira (bukan nama asli), dia seorang janda tidak mempunyai anak, tinggal di Bandung, orangnya cantik, putih, payudaranya besar walaupun sudah kendor sedikit, dia keturunan tionghoa. Dia seorang yang kaya, memiliki beberapa perusahaan di Bandung dan Jakarta, dan memeiliki saham di sebuah hotel berbintang di Bandung.

Sabtu pukul 7 pagi, HP-ku berbunyi dan terdengar suara seorang wanita, dan kulihat ternyata nomor HP Tante Mira.

“Hallo Sayang.. lagi ngapain nich.. udah bangun?” katanya.

“Oh Tante.. ada apa nich, tumben nelpon pagi-pagi?” kataku.

“Kamu nanti sore ada acara nggak?” katanya.

“Nggak ada Tante.. emang mo ke mana Tante?” tanyaku.

“Nggak, nanti sore anter Tante ke puncak yach sama relasi Tante, bisa khan?” katanya.

“Bisa tante.. aku siap kok?” jawabku.

“Oke deh Say.. nanti sore Tante jemput kamu di tempatmu”, katanya.

“Oke.. Tante”, balasku, dengan itu juga pembicaraan di HP terputus dan aku pun beranjak ke kamar mandi untuk mandi.

Sore jam 5, aku sudah siap-siap dan berpakaian rapi karena Tante Mira akan membawa teman relasinya. Selang beberapa menit sebuah mobil mercy new eye warnah hitam berkaca gelap berhenti di depan rumahku. Ternyata itu mobil Tante Mira, langsung aku keluar menghampiri mobil itu sesudah aku mengunci seluruh pintu rumah dan jendela.

Aku pun langsung masuk ke dalam mobil itu duduk di jok belakang, setelah masuk mobil pun bergerak maju menuju tujuan. Di dalam mobil, aku diperkenalkan kepada dua cewek relasinya oleh tante, gila mereka cantik-cantik walaupun umur mereka sudah 40 tahun, namanya Tante Lisa umurnya 41 tahun kulitnya putih, payudaranya besar, dia merupakan istri seorang pengusaha kaya di Jakarta dan Tante Meri 39 tahun, payudaranya juga besar, kulitnya putih, juga seorang istri pengusaha di Jakarta. Mereka adalah relasi bisnis Tante Mira dari Jakarta yang sedang melakukan bisnis di Bandung, dan diajak oleh Tante Mira refreshing ke villanya di kawasan Puncak. Keduanya keturunan Tionghoa.

Di dalam mobil, kami pun terlibat obralan ngalor-ngidul, dan mereka diberitahu bahwa aku ini seorang gigolo langganannya dan mereka juga mengatakan ingin mencoba kehebatanku.


Selang beberapa menit obrolan pun berhenti, dan kulihat Tante Lisa yang duduk di sebelahku, di sofa belakang, tangannya mulai nakal meraba-raba paha dan selangkanganku. Aku mengerti maksudnya, kugeser dudukku dan berdekatan dengan Tante Lisa, lalu tangan Tante Lisa, meremas batang kemaluanku dari balik celana. Dengan inisatifku sendiri, aku membuka reitsleting celana panjangku dan mengeluarkan batang kemaluanku yang sudah tegak berdiri dan besar itu. Tante Lisa kaget dan matanya melotot ketika melihat batang kemaluanku besar dan sudah membengkak itu. Tante Lisa langsung bicara kepadaku, “Wow.. Ded, kontol kamu gede amat, punya suamiku aja kalah besar sama punya kamu..” katanya.

“Masa sich Tante”, kataku sambil tanganku meremas-remas payudaranya dari luar bajunya.


“Iya.. boleh minta nggak, Tante pengen ngerasain kontol kamu ini sambil kontolku dikocok-kocok dan diremas-remas, lalu dibelai mesra?” katanya.

“Boleh aja.. kapan pun Tante mau, pasti Dedi kasih”, kataku yang langsung disambut Tante Lisa dengan membungkukkan badannya lalu batang kemaluanku dijilat-jilat dan dimasukakkan ke dalam mulutnya, dengan rakusnya batang kemaluanku masuk semua ke dalam mulutnya sambil disedot-sedot dan dikocok-kocok.

Tante Meri yang duduk di jok depan sesekali menelan air liurnya dan tertawa kecil melihat batang kemaluanku yang sedang asyik dinikmati oleh Tante Lisa. Tnganku mulai membuka beberapa kancing baju Tante Lisa dan mengeluarkan kedua payudaranya yang besar itu dari balik BH-nya. lalu kuremas-remas.

“Tante.. susu tante besar sekali.. boleh Dedi minta?” tanyaku.


Tante Lisa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu tanganku mulai meremas-remas payudaranya. Tangan kiriku mulai turun ke bawah selangkangannya, dan aku mengelus-ngelus paha yang putih mulus itu lalu naik ke atas selangkangannya, dari balik CD-nya jariku masuk ke dalam liang kewanitaannya. Saat jariku masuk, mata Tante Lisa merem melek dan medesah kenikmatan, “Akhh.. akhh.. akhh.. terus sayang..”

Beberapa jam kemudian, aku sudah tidak tahan mau keluar.

“Tante.. Dedi mau keluar nich..” kataku.

“Keluarain di mulut Tante aja”, katanya.

Selang beberapa menit, “Croot.. croot.. crott..” air maniku keluar, muncrat di dalam mulut Tante Lisa, lalu Tante Lisa menyapu bersih seluruh air maniku.

Kemudian aku pun merobah posisi. Kini aku yang membungkukkan badanku, dan mulai menyingkap rok dan melepaskan CD warna hitam yang dipakainya. Setelah CD-nya terlepas, aku mulai mencium dan menjilat liang kewanitaannya yang sudah basah itu. Aku masih terus memainkan liang kewanitaannya sambil tanganku dimasukkan ke liang senggamanya dan tangan kiriku meremas-remas payudara yang kiri dan kanan.

Sepuluh menit kemudian, aku merubah posisi. Kini Tante Lisa kupangku dan kuarahkan batang kemaluanku masuk ke dalam liang senggamanya, “Bless.. belss.” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaannya, dan Tante Lisa menggelinjang kenikmatan, ku naik-turunkan pinggul Tante Lisa, dan batang kemaluanku keluar masuk dengan leluasa di liang kewanitaannya.

Satu jam kemudian, kami berdua sudah tidak kuat menahan orgasme, kemudian kucabut batang kemaluanku dari liang kewanitaannya, lalu kusuruh Tante Lisa untuk mengocok dan melumat batang kemaluanku dan akhirnya, “Croot.. crott.. croott..” air maniku muncrat di dalam mulut Tante Lisa. Seketika itu juga kami berdua terkulai lemas. Kemudian aku pun tertidur di dalam mobil.

sesampainya di villa Tante Mira sekitar jam 8 malam. Lalu mobil masuk ke dalam pekarangan villa. Kami berempat keluar dari mobil. Tante Mira memanggil penjaga villa, lalu menyuruhnya untuk pulang dan disuruhnya besok sore kembali lagi.

kami berempat pun masuk ke dalam villa, karena lelah dalam perjalanan aku langsung menuju kamar tidur yang biasa kutempati saat aku diajak ke villa Tante Mira. Begitu aku masuk ke dalam kamar dan hendak tidur-tiduran, aku terkejut ketika ke 3 tante itu masuk ke dalam kamarku dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelain benang pun yang menempel di tubuhnya. Kemudian mereka naik ke atas tempat tidurku dan mendorongku untuk tiduran, lalu mereka berhasil melucuti pakaianku hingga bugil. Batang kemaluanku diserang oleh Tante Meri dan Tante Mira, sedangkan Tante Lisa kusuruh dia mengangkang di atas wajahku, lalu mulai menjilati dan menciumi liang kewanitaan Tante Lisa.

Dengan ganasnya mereka berdua secara bergantian menjilati, menyedot dan mengocok batang kemaluanku, hingga aku kewalahan dan merasakan nikmat yang luar biasa. Kemudian kulihat Tante Meri sedang mengatur posisi mengangkang di selangkanganku dan mengarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya, “Bless.. bleess..” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Meri, lalu Tante Meri menaik turunkan pinggulnya dan aku merasakan liang kewanitaan yang hangat dan sudah basah itu. Aku terus menjilat-jilat dan sesekali memasukkan jariku ke dalam liang kewanitaan Tante Lisa, sedangakan Tante Mira meremas-remas payudara Tante Meri.

Beberapa jam kemudian, Tante Meri sudah orgasme dan Tante Meri terkulai lemas dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sebelahku sambil mencium pipiku. Kini giliran Tante Mira yang naik di selangkanganku dan mulai memasukan batang kemaluanku yang masih tegak berdiri ke liang senggamanya, “Bleess.. bleess..” batang kemaluanku pun masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Mira. Sama seperti Tante Meri, pinggul Tante Mira dinaik-turunkan dan diputar-putar.

Setengah jam kemudian, Tante Mira sudah mencapai puncak orgasme juga dan dia terkulai lemas juga, langsung kucabut batang kemaluanku dari liang kewanitaan Tante Mira, lalu kusuruh Tante Lisa untuk berdiri sebentar, dan aku mengajaknya untuk duduk di atas meja rias yang ada di kamar itu, lalu kubuka lebar-lebar kedua pahanya dan kuarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya, “Bless..bleess..” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Lisa. Kukocok-kocok maju mundur batang kemaluanku di dalam liang kewanitaan Tante Lisa, dan terdengar desahan hebat, “Akhh.. akhh.. akhh.. terus sayang.. enak..” Aku terus mengocok senjataku, selang beberapa menit aku mengubah posisi, kusuruh dia membungkuk dengan gaya doggy style lalu kumasukan batang kemaluanku dari arah belakang. “Akhh.. akhh..” terdengar lagi desahan Tante Lisa. Aku tidak peduli dengan desahan-desahannya, aku terus mengocok-ngocok batang kemaluanku di liang kewanitaannya sambil tanganku meremas-remas kedua buah dada yang besar putih yang bergoyang-goyang menggantung itu.

Aku merasakan liang kewanitaan Tante Lisa basah dan ternyata Tante Lisa sudah keluar. Aku merubah posisi, kini Tante Lisa kusuruh tiduran di lantai, di atas karpet dan kubuka lebar-lebar pahanya dan kuangkat kedua kakinya lalu kumasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya, “Bless.. bless.. bless..” batang kemaluanku masuk dan mulai bekerja kembali mengocok-ngocok di dalam liang kewanitaannya. Selang beberapa menit, aku sudah tidak tahan lagi, lalu kutanya ke Tante Lisa, “Tante, aku mau keluar nich.. di dalam apa di luar?” tanyaku.

“Di dalam aja Sayang..” pintanya.


Kemudian, “Crott.. croott.. croott..” air maniku muncrat di dalam liang kewanitaan Tante Lisa, kemudian aku jatuh terkulai lemas menindih tubuh Tante Lisa sedangkan kejantananku masih manancap dengan perkasanya di dalam liang kewanitaannya.

Kami berempat pun tidur di kamarku, keesokan harinya kami berempat melakukan hal yang sama di depan TV dekat perapian, di kamar mandi, maupun di dapur.

Jumat, 01 September 2017

Mendapatkan Kepuasan Dari Gadis SMA Yang Beringas

Cerita Dewasa, Cerita Sex - Mendapatkan Kepuasan Dari Gadis SMA Yang Beringas

Statusku saat ini adalah seorang mahasiswa tingkat 5, namaku Reval aku kuliah di salah satu universitas swasta di kota gudeg (Jogjakarta). Aku di jogja tinggal di kost-kostan, karena memang aku bukan asli jogja, domisili asliku adalah semarang. Pada lingkungan kost-kostanku pada setiap harinya banyak sekali para gadis-gadis SMU yang nongkrong sepulang sekolah.



Oh iya, kost-kostanku kebetulan ada semacam cafe atau semcam tongkrongan para kaula muda gitulah. Maka dari itu pada setiap harinya aku juga sering nogkrong di cafe itu. Diantara para gadis SMU yang sering nongkrong di cafe itu, nampaknya aku tertarik diantara salah 1 gadis.


Gadis berseragam putih abu-abu itu berparas cantik, tinggi semampai, body sexy, payudara montok dan mempunyai pantat yang bahenol. Sampai pada akhirnya aku tahu bahwa nama gadis itu adalah Rikha, dan dia baru duduk dibangku kelas dua SMU. Aku mengetahui latar belakang dan namanya dari salah satu pelayan cafe yang cukup akrab dengan Rikha.

Gadis yang satu ini memanglah berbeda dengan teman satu tongkrongannya, walaupun dia masih SMU, namun dia memiliki body yang sangat mengundang syahwat. Aku sering memperhatikan diam-diam ketika dia nongkrong dengan seragam OSIS nya yang ketat sepulang sekolah. Nampak jelas dibalik seragam osisnya yang ketat payudara dan pantatnya amatlah menggoda.

Ditambah lagi dia memiliki kulit putih seperti para keturunan tionghoa, sungguh benar-benar penasaran aku dibuatnya. Banyak aku mendapat info tentang rikha dari pelayan cafe disitu, entah benar atau tidak Rikha katanya adalah gadis bispak atau kata lainya cewek nakal yang sering keluar malam dengan para mahasiswa ataupun teman sekolahnya.

Karena cukup lama aku memperhatikam dia, maka terfikirlah dalam otak mesumku, jika aku bisa dekat dengan dia pasti aku bisa bercinta dengan Rikha. Sampai pada suatu hari aku-pun memberanikan diri untuk mendekati salah satu teman Rikha yang sedang nongkrong di cafe dekat kostku sepulang sekolah.

Pada awalnya aku ragu, namun saat itu aku mencoba sok kenal SKSD (sok kenal sok dekat) pada teman Rikha. Dari yang aku ketahui namanya anak SMU jika didekati oleh para mahasiswa pasti dia merespon, karena bagi anak SMU jika kenal dengan anak kuliahan adalah kebanggaan tersendiri. Ternyata dugaanku itu memang benar, alhasil aku bisa mengobrol dengan teman Rikha.

Pada obrolan kami yang cukup singkat kira-kira 10 menit, akhirnya bisa mendapatkan pin BB Rikha dari temannya yang bernama Anis (teman satu tongkrongan Rikha), tanpa buang waktu aku-pun langsung menginvite pin Rikha. Singkat cerita waktupun sudah menunjukan pukul 19.00 malam, ketika aku membuka bbmku ternyata ada bbm dari Rikha,

“Maaf ini siapa yah,“ ucapnya dalam chat.

“Aku Reval, aku mahasiwa yang sering nongkrong di tempat tongkrongan kamu biasanya,” jawabku.

“Oh begitu ya, iya salam kenal juga Kak, Oh iya ngomong-ngomong kakak dapet pinku dari mana???,“ tanyanya.

“Aku dapet Pin BB kamu dari Anis temen kamu Rik,“ jawabku.

“Oh begitu ya kak, yaudah deh makasih udah invite aku ya Kak,“ balasnya.

Pada malam itu kami pun mulai chating, ternyata Rikha adalah seorang gadis yang friendly dan mudah akrab. Dan juga memang benar kata pelayan yang kerja dicafe itu, Rikha adalah gadis yang mudah dirayu, itu semua terlihat dari cara chating bbmnya. Pada malam itu aku juga bergegas untuk mengajak dia ketemuan di kostku.

Tanpa berfikir panjang dia-pun mengiyakan ajakanku, dan aku mengajak dia ketemuan esok hari sepulang dia sekolah. Sungguh aku sangat senang sekali rasanya, lampu hijau dong buat aku bisa dekat dan ML dengan dia kalau kayak gini. Tak terasa waktupun berlalu begitu cepat, Memang kalau sudah jodoh tidak bakalan kemana, pada siang jam kuliahku kosong.

Kebetulam sekali dosen yang mengajar akuntasi sedang ada keperluan dan mata kuliahnya diundur hari berikutnya. Saat itu jam menunjukan pukul 13.00, karena aku punya janji dengan Rikha maka akupun segera bergegas menuju kostku. Sekitar 15 menit perjalanan aku-pun telah sampai di cafe.

Sesampainya di kost, ketika aku membuka BBM ku, ternyata Rikha mengirim bbm kepadaku,

“Kak, hari ini jadi ketemuan gak nich,“ chat Rikha.

“Jadi dong Rik, kamu langung ke kost aku aja yah, kost aku samping cafe tongkrongan kamu kok,” ucapku.

“Waduh kak aku nggak enak dong kalau gitu, ini aku udah di cafe nih, mendingan kakak ke cafe dulu aja deh, nanti kekostnya kita barengan, gimana Kak??,” ucapnya.

“iya juga sih, oke deh kalau gitu, see you Rikha,” balasku.

“See you too kakak,” balasnya.

Pada aakhirnya aku-pun sampai di cafe itu, hanya butuh beberapa langkah saja aku sudah sampai cafe itu. Sesampainya di cafe, aku melihat Rikha sudah berada disana, disaat itu dia sedang duduk diatas motor matic-nya dengan masih menggunakan seragam osisnya yang ketat dan minim itu. Melihatnya Rikha yang sexy itu, tiba-tiba otak mesumku-pun mulai mengusai pikiranku.

Rasanya sudah tidak sabar ingin cepat-cepat membenamkan kejantanku pada vagina Rikha. Tanpa buang waktu lagi aku-pun mendekati Rikha dan segera aku ajak Rikha ke kostku. Tanpa banyak bicara juga Rikha-pun mengiyakan ajakan ku dan kamipun menuju kostku dengan berboncengan naik motor matic Rikha.

Aku sungguh heran dengan dia, belum genap 1 hari kenal dia sudah mau akau ajak kekost. Makin yakin saja aku kalau Rikha ini benar-benar gadis SMU Bispak. Sesampainya dikost kami-pun masuk dan Rikha tanpa rasa sungkan dia langsung saja duduk dikasur lesehanku. Kemudian aku-pun menawarkan dia untuk membelikan makan dan minum,

“Oh iya Rik, aku keluar dulu sebentar yah, kamu pasti belum makankan? aku belikan makan dan minum yah??, ” ucapku menawarkan makan dan minum agar aku kelihatan perduli.

“Terserah kakak aja deh, yang penting makan dan minumnya rasa iklas, hhe…,” jawabnya enteng dengan senyumnya yang menggemaskan.

Kemudian akupun keluar untuk membeli makanan, minum dan cemilan untuk bekal kami dikostku. Sekitar 15 menit aku keluar , dan akupun kembali lagi ke kost dengan membawa makan, minum dan cemilan. Sesampainya didepan pintu kost, aku melihat Rikha tetidur dengan posisi terlentang, hal itu membuat sedikit roknya terangkat memperlihatkan paha mulusnya.

Melihat hal itu setika kejantananku langsung berdiri tegak dari dalam celana panjang jeansku. Ditambah lagi baju osisnya yang minim itu tertarik sedikit keatas, hal itu membuat pusarnya terlihat olehku, dan juga buah dada-nya yang terbungkus Bra itu terlihat montok sekali. Saat itu walaupun aku sudah dipenuhi nafsu jahanam, namun aku mencoba mengendalikan diri.

Perlahan aku mendekati Rikha, saat itu aku memposisikan diriku disamping Rikha namun aku berada dilantai. Dari dekat tercium harum sekali aroma parfum khas Rikha itu. Dalam posisi tertidur aku memperhatikan Rikha mulai dari ujung kaki sampai wajahnya. Aku memperhatikan dengan seksama semua bagian tubuhnya, memang benar-benar cantik dan menggairahkan.

Bisa kubayangkan betapa nikmatnya jika aku bisa bersetubuh dengannya. Ditengah seriusnya aku memperhatikan Rikha, tidak kusangka tiba-tiba Rikha terbangun dari tidurnya, dan langsung melihat ke arahku. Saat itu aku kaget sekali, aku mengira Rikha akan marah denganku, namun sebaliknya, ternyata dia tidak marah malah dia langsung memelukku penuh nafsu.

Tak hanya itu, entah sadar atau tidak Rikha juga langsung mencumbu bibirku dengan penuh nafsu. Dalam hati aku berkata, Wah gila nih cewek, gas poll bray. Kemudian Rikha menghentikan ciumannya dan berkata,

“Kakak nafsukan melihat aku, mau nggak aku kasih kepuasan???,” ucapnya tanpa basa-basi.

Rikha Berkata seperti itu dengan tatapan mata yang tajam dan penuh gairah,

“I.. Iya.. aku mau Rikha… tapi aku tutup pintu kamar dulu yah,” ucapku kemudian bergegas menutup pintu.

Setelah aku menutup pintu kamarku dan kupastikan pintu juga sudah terkunci, maka aku-pun segera kembali menghampiri Rikha. Tanpa berpikir panjang akupun menciumi Rikha dengan penuh gairah sex dengan tangan kiri ku lingkarkan ke leher Rikha. Tangan kananku-pun tidak diam saja, tangan kananku langsung selipkan didalam rok abu-abu rikha.

Setelah masuk jemariku-pun langsung bergerilia menyelinap didalam celana dalam rikha yang ternyata minim juga (Celana yang dipakai Rikha adalah celana dalam bawah pinggang), wow sexy sekali. Tanpa buang waktu aku-pun mengusap-usap Vagina Rikha yang gemuk dengan jemariku. Mulailah kumainkan dibagian clitoris dan bibir vaginanya secara konstan.

Sembari terus memainan vagina Rikha, ciumanku pada bibirnya semakin hebat dan begitu juga Rikha dia merespon ciumanku dengan liarnya. Kulihat Rikha mulai melenguh dan tubuhnya menggeliat secara perlahan,

“Eughhhhh… Ssssshhhh…. ,” lenguh Rikha tertahan karena kami masih berciuman.

Mendengar lenguhannya itu sejenak menghentikan ciuman kami, dan saat kuhentikan ciumanku aku melihat keringatnya Rikha mulai bercucuran mengaliri lehernya yang putih itu, tanpa rasa jijik akupun beralih menjilati keringat dilehernya dengan penuh hasrat. Hal itu aku lakukan dengan maksud agar Rikha terangsang lebih hebat dan semakin liar.

Ternyata benar perkiraanku, setelah aku menjilati pada bagian leher, sesekali aku juga menjilati telinganya Rikha semakin menggeliat tak terkendali. Tanpa aku beri perintah diluar perkiraanku Rikha-pun membuka kancing baju seragam OSISnya satu persatu sampai semua terbuka. Setelah itu diapun langsung melepas baju seragam dan BH-nya,

“Oughhhh… terus Kak jilatin terus… sekarang emutin putting aku kak… Ssss… Aghhh…,” pintanya penuh nafsu birahi.

Tanpa menjawab mulutku-pun langsung hinggap pada buah dada kanan-nya dengan bringas. Tak lupa tangan kiriku pun meremas buah dada kirinya, sesekali kuplitir-plintir putting susunya.

Dengan ganasnya mengemut dan meremas buah dada Rikha, hal itu aku lakukan secara bergantian, sedangkan tangan kananku masih aktif bermain di area Vaginanya,

“Oughhh… Kak, terus jangan berhenti, rasanya aku ngefly banget kak… Oughh… Ssss… Aghhh…,“ ucapnya diiringi desahan yang liar.

Saat itu hanya tersenyum tanpa menjawab. Setelah puas dan aku rasa sudah cukup dalam memberikan rangsangan kepada Rikha, kejantananku yang dari tadi sudah berdiri tegak, sudah tidak sabar lagi untuk segera masuk kedalam liang senggama Rikha. Kemudian aku-pun menghentikan permainanku dari buah dada dan vagina Rikha.

Lalu melepas baju, dan celana serta celana dalamku, tak lupa aku perintahkan Rikha untuk melepas celana dalam dan roknya. Setelah kami sama-sama telanjang bulat, kemudian aku-pun bergegas menjilati Vagina Rikha yang putih, harum tanpa ada rambut kewanitaan sedikitpun.yah mungkin saja rambut kewanitaanya sudah dicukur,

Saat aku menjilati vaginanya, Rikha memejamkan matanya dan mengarahkan wajahnya keatas, Nampak sekali dia sudah begitu bergairah dengan jilatan lidah mautku.

Melihat Rikha sudah bergairah siap tempur, akupun segera mengarahkan Penis-ku ke mulut Rikha. Dengan cekatan dia-pun meraih kemudian mengkulum Penis-ku dengan lahapnya. Dikeluar-masukkan penisku dari mulutnya, sesekali dia juga menjialti buah zakar dan selangkanganku,

“Oughhh… nikmat sekali jilatan dan kulumanmu sayang.. terus sayang.. Ssssss… Aghhhh….,” pintaku di iringi desahanku.

Terasa melayang tidak karuan rasanya ketika Rikha mengkulum penisku. Saat itu aku juga mengimbangi mendorong dan menarik Penis-ku ke dalam mulut Rikha. Terkadang dia juga menelan dalam sekali, hingga batang kejantananku tertelan sampai pangkalnya.

Selama 10 menit Rikha mengkulum penisku, karena merasa aku sudah puas dikulum, aku yang sudah ingin sekali merasakan nikmatnya vagina Rikha, maka akupun mencabut penisku dari mulutnya. Kemudian aku mulai arahkan penisku ke bibir vagina Rikha dan aku gesek-gesekan kan ke bibir vaginanya yang tembem,

“Oughhhh… Ssssss… geli mas … Ssssss… cepetan masukin penis kamu Kak, aku udah pingin di entot sama kakak… Oughhh…,“ ucapnya merengek.

Saat itu Rikha benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan gesekan penis-ku yang aku gesek-gesekan pada liang senggamanya. Sehingga saat itu dia-pun memintaku untuk segera memasukan semua batang Penis-ku. Karena melihat Rikha yang merengek seperti itu maka aku-pun segera membenamkan penisku,

“Aku masukin sekarang ya Rikha,“ ucapku.

Lalu,

“Blesssssssssssssssss, Aghhhhhhhhhhhh….“

Akhirnya batang kejantananku telah tertelan sepenuhnya oleh vagina Rikha, kubenamkan penisku dalam-dalam hingga mentok, sehingga vagina Rikha-pun dipenuhi batang kejantananku. Kugenjot pelan-pelan sambill menikmati kuatnya himpitan otot vagina Rikha, walaupun dia sudah tidak perawan namun jepitan memeknya sungguh masih kuat sekali,

“Kak, lebih cepet lagi sodokannya, Oughhh… Sssss… Aghhhhh….,” pinta Rikha kepadaku untuk lebih cepat lagi menghujam Vagina-nya dengan penisku.

Vaginaya yang mulai basah dengan lendir kawinnya membuat aku semakin bernafsu saja, dengan sepenuh tenaga aku percepat genjotanku. Aku hujam Vagina-nya dengan kasarnya, tak disangka dia menyukai permainan sex yang kasar. Aku keluar masukan penisku dengan penuh gairah, untuk mengimbangi permainanku Rikha-pun menggoyangkan pinggulnya dengan lihainya,

“Iya Kak seperti itu, terus kak enak sekali kak, Oughhh… Yeahhh…,” ucapnya.

Tidak terasa permainan sex kami telah berjalan selama 20 menit, dan akupun mulai merasakan akan klimaks,

“Oughhh… Rikha aku mau keluar nih, aku keluarkan dimana,” tanyaku.

“Keluarin diluar kak, biar aman.. Ssssss.. Aghhh…,” jawabnya.

Sambungnya lagi,

“Ayooo sodok lagi yang cepat, Rikha mau juga nih Kak… Oughhhh…,”

Tidak lama setelah Rikha berkata seperti itu, kulihat tubuh Rikha mengejang dan kejantananku terasa hangat seperti tersiram sebuah cairan dari dalam vagina Rikha,

“Aghhhhhhhhhhh… Aku keluar kak…,” ucapnya.

Ternyata Rikha telah mendapatkan Orgasmenya. Tidak lama setelah Rikha kurasakan batang keantananku berkedut. Lalu aku-pun mengeluarkan masukan penisku selam 5 kali, kemudian aku cabut dan,

“Oughhhhhhhhhhhhhh…. Crottttttttttttttttt…. Crotttttt… Crotttttttt…,”

Akhirnya akupun juga mendapatkan klimaks-ku. Air maniku tertumpah pada buah Rikha dengan derasnya. Rikha-pun tidak menyia-nyiakan air mani-ku, dia melumurkan air maniku ke payudara dan perutnya sampai merata. Setelah selesai penisku menyemburkan air maninya Rikha-pun mengkulum penisku kembali dan menyedotnya. Terasa ngilu sekali rasanya.

Setelah puas mengkulum penisku dengan sisa-sisa air mani Rikhapun terkapar dan aku menyusul terkapar disebelahnya. Karena kami merasa lelah maka pada siamg itu kami tertidur. Tak terasa kami tertidur sampai jam 5 sore dengan posisi telanjang bulat. Saat itu aku bangun terlebih dahulu, kemudian aku membangunkan Rikha agar membersihkan diri.

Rikha-pun terbangun dan Rikha segera bergegas kekamar mandi yang berada didalm kamarku. Singkat cerita Rikha pun sudah bersih dan kembali mengenakan seragamnya lagi. Melihat jam sudah sore maka Rikha pun berpamitan untuk pulang. Sebelum pulang tak lupa dia mengecup bibirku dengan binalnya.

Semenjak hubungan sex hari itu hubungan kami-pun terus berlanjut tanpa status.

Intinya jika kami ingin berhubungan sex kami saling menghubungi. Sungguh luar biasa sekali Rikha, diusianya yang masih belia itu dia lihay sekali dalam berhubungan sex. Hubungan kami-pun terus berlanjut tanpa status, bahkan sampai sekrang walaupun tidak sesering dulu dalam berhungan sex.

Nahh guys itu lah Cerita Dewasa 18+ tentang Mendapatkan Kepuasan Dari Gadis SMA Yang Beringas. Ikuti terus postingan cerita dewasa kami yang selanjutnya ya guys.. Salam Crott Crott..